Anak Jalanan di Gunungkidul Mudah Berpindah Tempat

Ilustrasi pengemis jalanan - JIBI/Bisnis.com
07 Juli 2019 21:17 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Anak jalanan yang banyak dijumpai di sejumlah wilayah di Kota Wonosari dan sekitarnya mudah untuk berpindah tempat. Berdasarkan data Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gunungkidul, jumlah anak jalanan pada 2014 terdata sebanyak 52 orang; pada 2015 ada 47 orang; pada 2016 tercatat ada 50 orang; pada 2017 ada 198 orang; dan pada 2018 ada 18 orang.

Sekretaris Dinsos Gunungkidul, Wijang Eka Aswarna, mengatakan peran keluarga menjadi kunci dalam mengasuh anak agar tidak menjadi anak jalanan. Menurutnya, anak jalanan mobilitasnya tinggi. "Sebenarnya data tersebut jumlahnya dinamis," ujar Wijang saat ditemui Harian Jogja, Minggu (7/7/2019)

Lebih lanjut ia menyatakan apabila ada anak jalanan di Gunungkidul, dalam hitungan jam mereka sudah berpindah tempat. "Dua jam berikutnya mereka sudah sampai di Solo atau Klaten, Jawa Tengah," kata dia.

Indikator yang dijadikan parameter oleh jajarannya ialah alamat tempat tinggal. Jika ditemukan razia terhadap anak jalanan, Pemkab tidak berhak membuat panti sosial. "Mereka yang terjaring dalam razia lalu kami serahkan ke Dinas Sosial DIY untuk dimasukkan ke panti sosial serta diberi pelatihan," katanya.

Kepala Seksi Bina Rehabilitasi Sosial Dinsos Gunungkidul, Winarto, menyatakan anak jalanan khususnya anak yang berhadapan dengan masalah hukum, biasanya orang tua mereka membawanya ke panti sosial Antasena di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Namun demikian, jika orang tua sanggup mengasuh, maka akan dikembalikan. "Selama anak jalanan tersebut tidak tersandung masalah hukum," ucap Winarto.