Duka Budaya! Pelestari Wayang Kertas Legendaris Mbah Brambang Wafat
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul, Pulung Haryadi. Harian Jogja/Kiki Lumqanul Hakim (ST16).
Harianjogja.com, BANTUL – Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul, Pulung Haryadi menyampaikan ada 32 kelompok petani penangkar benih yang menerapkan Siperkasa (Sistem Penjemuran Karya Santoso).
Menurutnya kelompok petani tersebut tertarik karena Siperkasa mempunyai keunggulan yaitu mampu menghasilkan benih padi dengan daya tumbuh yang tinggi. Saat benih yang ditanamkan menggunakan Siperkasa diuji daya tumbuhnya mencapai angka di atas 93%.
“Jadi setelah diuji para petani jadi senang karena hasilnya memuaskan, waktu untuk menjemur padi juga terhitung singkat yaitu tiga sampai empat hari, kalau tidak menerapkan sistem ini bisa mencapai sepekan,” kata Pulung ketika ditemui Harianjogja.com pada Senin (15/7/2019).
Sedangkan keunggulan lainnya yaitu benih yang dijemur dengan Siperkasa tidak akan terganggu oleh cuaca, kotoran, dan kadar airnya sedikit. Biaya yang dikeluarkan oleh petani untuk membuat alat ini pjn terhitung murah yaitu Rp1,5 juta.
“Dengan biaya sekian itu mereka sudah tidak perlu repot untuk menjemur padi di pinggir jalan, cukup di dalam rumah atau di pekarangan rumah, jadi petani tidak takut ketika matahari tidak muncul. Satu set sistem ini bisa untuk luasan 72 meter persegi atau untuk satu ton benih padi.” lanjut Pulung.
Inovasi asli Bantul ini tidak hanya mampu digunakan satu kali, namun bisa berkali-kali. Hal ini dipengaruhi oleh faktor pemakaian yang hanya dipakai pada musim panen.
“Harapan saya inovasi ini biaa diakui sebagai inovasi bermanfaat bagi sistem penjemuran tepat guna bukan dengan mesin. Siperkasa juga akan mendapatkan penghargaan dari Kemenrrian PAN-RB karena masuk top 99,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Jumat 15 Mei 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
KKP mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat hilirisasi perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.