Advertisement
Siperkasa Bantul Percepat Pengeringan Padi
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul, Pulung Haryadi. Harian Jogja - Kiki Lumqanul Hakim (ST16).
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL – Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul, Pulung Haryadi menyampaikan ada 32 kelompok petani penangkar benih yang menerapkan Siperkasa (Sistem Penjemuran Karya Santoso).
Menurutnya kelompok petani tersebut tertarik karena Siperkasa mempunyai keunggulan yaitu mampu menghasilkan benih padi dengan daya tumbuh yang tinggi. Saat benih yang ditanamkan menggunakan Siperkasa diuji daya tumbuhnya mencapai angka di atas 93%.
Advertisement
“Jadi setelah diuji para petani jadi senang karena hasilnya memuaskan, waktu untuk menjemur padi juga terhitung singkat yaitu tiga sampai empat hari, kalau tidak menerapkan sistem ini bisa mencapai sepekan,” kata Pulung ketika ditemui Harianjogja.com pada Senin (15/7/2019).
Sedangkan keunggulan lainnya yaitu benih yang dijemur dengan Siperkasa tidak akan terganggu oleh cuaca, kotoran, dan kadar airnya sedikit. Biaya yang dikeluarkan oleh petani untuk membuat alat ini pjn terhitung murah yaitu Rp1,5 juta.
“Dengan biaya sekian itu mereka sudah tidak perlu repot untuk menjemur padi di pinggir jalan, cukup di dalam rumah atau di pekarangan rumah, jadi petani tidak takut ketika matahari tidak muncul. Satu set sistem ini bisa untuk luasan 72 meter persegi atau untuk satu ton benih padi.” lanjut Pulung.
Inovasi asli Bantul ini tidak hanya mampu digunakan satu kali, namun bisa berkali-kali. Hal ini dipengaruhi oleh faktor pemakaian yang hanya dipakai pada musim panen.
“Harapan saya inovasi ini biaa diakui sebagai inovasi bermanfaat bagi sistem penjemuran tepat guna bukan dengan mesin. Siperkasa juga akan mendapatkan penghargaan dari Kemenrrian PAN-RB karena masuk top 99,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Ketahanan Energi Indonesia Dinilai Stabil di Tengah Geopolitik Global
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Eks Menara Kopi Kotabaru Mulai Ramai Bus Pariwisata
- Satpol PP Masih Temukan Wisatawan Merokok dan Otoped di Malioboro
- Omzet Penjual Salak Jalan Jogja Solo Turun 40% Akibat Macet
- Arus Balik, 15.287 Kendaraan Keluar DIY Via Gerbang Tol Purwomartani
- Lebaran, Pengunjung Candi Prambanan Capai 18.500 Orang Sehari
Advertisement
Advertisement







