Hasil Pantauan, Seperti Ini Kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah-Sekolah di Jogja

Sejumlah peserta didik baru sedang mengikuti pembekalan PLS pada hari pertama, di sebuah sekolah negeri Kota Jogja, Senin (15/7/2019). - Harian Jogja/Uli Febriarni
18 Juli 2019 01:17 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja, Budi Santosa Asrori mengatakan tidak ada pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) yang menyimpang dari aturan yang berlaku, selama tiga hari berlangsungnya PLS.

"PLS telah berjalan dengan baik. Tidak ada permasalahan-permasalahan, ya pantauan kami, semua sudah sesuai imbauan Dinas Pendidikan Kota Jogja," ujarnya, Rabu (17/7/2019).

Menurut dia, sampai hari ketiga pelaksanaan PLS belum ada informasi ditemukan hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan. Ia menyebut, jumlah hari pelaksanaan PLS di tiap sekolah berbeda-beda, ada yang tiga hari ada pula yang lima hari, bergantung pada kebijakan sekolah.

"Ada tim pemantau dari Dinas Pendidikan Kota Jogja yang memantau pelaksanaan PLS di sekolah-sekolah," kata dia.

PLS berfungsi sebagai kegiatan pengenalan lingkungan sekolah yang baru kepada para siswa. Agar para siswa merasa senang dengan lingkungan baru dan cepat menyesuaikan diri, imbuhnya.

Kepala SMPN 1 Jogja, Niken Sasanti mengatakan, kegiatan-kegiatan PLS yang ada di sekolah, dirancang agar para siswa senang dan antusias mengikuti PLS.

Melalui beragam kegiatan yang dilaksanakan selama PLS, para siswa merasa nyaman berada di sekolah.

"Sekolah adalah rumah kedua bagi mereka, jadi mereka nyaman dengan kakak kelas, guru dan karyawan. Mereka bersemangat untuk belajar bahwa belajar itu menyenangkan," ujar Niken.

Kepala SMP N 8 Jogja, Retna Wuryaningsih mengatakan, siswa perlu mendapatkan rasa nyaman terlebih dahulu di sekolah. Selain nyaman, anak-anak perlu diyakinkan bahwa di sekolah mereka terbebas dari kekerasan, perundungan. Baik yang dilakukan karyawan, guru atau kakak kelas.

"Tidak diperkenankan ada kekerasan. Kalau anak sudah nyaman mereka akan senang. Ketika belajar di sekolah dengan rasa senang, maka pendekatan karakter dan prestasi akademik yang diharapkan sekolah, bisa tercapai," paparnya.