Advertisement
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1 Km
Gunung Merapi berstatus waspada, Selasa (22/5/2018). - Harian Jogja/Desi Suryanto
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA-- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluarkan satu kali awan panas guguran dengan jarak luncur 1.000 meter ke arah hulu Kali Gendol pada Rabu.
Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan resminya menyebutkan luncuran awan panas guguran terjadi pada pukul 06:16 WIB dengan amplitudo maksimal 60 mm dan durasi 100 detik.
Advertisement
Berdasarkan pengamatan BPPTKG dari pukul 06:00-12:00 WIB, terekam satu kali gempa awan panas guguran di gunung itu dengan amplitudo 60 mm selama 100.1 detik, satu kali gempa guguran dengan amplitudo 4 mm selama 32.5 detik, dan satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 12 mm selama 150.4 detik
Hasil pengamatan visual menunjukkan asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 20 meter di atas puncak kawah.
BACA JUGA
Angin di gunung itu bertiup lemah hingga sedang ke arah barat daya, barat, dan barat laut. Suhu udara 22-26.7 derajat Celcius, kelembaban udara 23-71 persen, dan tekanan udara 569.6-710 mmHg.
Hingga saat ini, BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.
BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.
Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
4 Kasus Teror Hiu dalam 48 Jam di Australia, Warga Diminta Jauhi Laut
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Koperasi Desa Merah Putih Gunungkidul Terima 60.000 Benih Lele
- Permohonan Akta Kematian Terlambat Dominasi Layanan Posbakum PN Sleman
- Libur Isra Mikraj, Tol Jogja-Solo Catat Lonjakan Lalu Lintas
- SPPG Berpeluang Jadi PPPK, DPRD DIY Minta Prioritas Guru Honorer
- Cek Jadwal KRL Solo-Jogja Terbaru untuk 20 Januari 2026
Advertisement
Advertisement



