Pengasih Jadi yang Terbaik Festival Ketoprak Kulonprogo 2019

Perwakilan peserta saat menerima penghargaan dalam Festival Ketoprak Kulonprogo 2019 di Taman Budaya Kulonprogo, Sabtu (20/7/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara.
24 Juli 2019 02:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, PENGASIH--Kontingen Kecamatan Pengasih berhasil menjadi yang terbaik dalam gelaran Festival Ketoprak antar kecamatan di Kulonprogo 2019 yang diselenggarakan di Taman Budaya Kulonprogo, Kecamatan Pengasih, sejak Rabu (17/7/2019) hingga Sabtu (20/7/2019).

Kecamatan ini meraih sejumlah penghargaan yakni pemeran pembantu putra terbaik, pemeran pembantu putri terbaik, sutradara terbaik, penata busana terbaik dan yang paling bergengsi yaitu Penyaji Terbaik I.  Dengan penghargaan tersebut, Pengasih berhasil memperoleh nilai tertinggi dari total 12 Kecamatan, sebanyak 2.250 poin. 

Adapun penyaji terbaik II diperoleh Kontingen Sentolo dengan nilai 2.125, disusul Kecamatan Girimulyo sebanyak 1.975, Kecamatan Panjatan 1.800 dan Kontingen Samigaluh sebagai penyaji terbaik V dengan nilai 1.750.

Sutradara Kontingen Kecamatan Pengasih, Ponang Merdugandang mengatakan pihaknya sudah bekerja keras sehingga bisa memperoleh sejumlah penghargaan ini. Terutama untuk penyaji terbaik, para pemain menurutnya telah berlatih sangat keras. Ini untuk menebus perolehan tahun lalu yang hanya bisa menempati peringkat ke III.

"Yang kami pentaskan kemarin adalah hasil proses kami selama ini. Meskipun masih banyak kekurangan, tapi kami berupaya maksimal," ujarnya usai menerima penghargaan, Sabtu malam.

Salah satu dewan juri, Susilo Nugroho alias Den Baguse Ngarso pelaksanaan festival ini perlu diapresiasi oleh seluruh kalangan terutama pihak-pihak terkait dalam hal pelestarian seni. Sebab menurutnya banyak generasi muda yang ikut ambil bagian.  "Tapi memang masih ada beberapa catatan yang bisa dijadikan sebagai evaluasi ke depannya," ujarnya.

Festival Ketoprak Kulonprogo sendiri merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselanggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Dinbud) Kulonprogo. Pendanaan festival ini lewat Dana Keistimewaan (Danais). Adapun dewan juri yang dihadirkan selain Den Baguse Ngarso, ada pula Marsidah, Perdiman Joyo Negoro, Erlina Panca serta Imam Syafi'i. Kelima dewan juri ini memiliki latar belakang yang berbeda tapi fokus ke kesenian tradisional.