Kulonprogo Akan Perluas Mal Pelayanan Publik

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, meninjau salah satu layanan milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kulonprogo di sela-sela peresmian Mal Pelayanan Publik yang berlokasi di Jalan KH Ahmad Dahlan, Dipan, Kecamatan Wates, Jumat (28/12 - 2018).Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara.
31 Juli 2019 15:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulonprogo berencana mengalihfungsikan Gedung Olahraga (GOR) Wates sebagai ruang tambahan untuk mengakomodasi sejumlah sarpras dan fasilitas yang belum tersedia di Mal Pelayanan Publik (MPP).

Kepala DPMT Kulonprogo, Agung Kurniawan mengatakan rencana ini berdasarkan usulan dari Komisi I DPRD Kulonprogo yang pada pekan lalu saat melakukan sidak di MPP. Dalam sidak tersebut, legislatif meminta DPMPT untuk memperluas dan menambah sarpras serta fasilitas di MPP, salah satu caranya dengan memanfaatkan GOR Wates.

Dipilihnya GOR Wates, karena lahan yang digunakan masih satu kompleks dan satu sertifikat tanah dengan lahan MPP. Selain itu GOR ini kemungkinan mangkrak mengingat Pemkab Kulonprogo telah berencana membangun pusat olahraga baru sebagai pengganti GOR tersebut di area Stadion Cangkring.

"Kebetulan usulan ini juga sejalan dengan rencana kami untuk memperluas MPP," kata Agung, Selasa (30/7/2019).

Ia menambahkan GOR Wates rencananya akan disulap menjadi ruang penjualan produk lokal, tempat pameran potensi Kulonprogo dan area food court. "Jadi ini nanti benar-benar malnya masyarakat, setelah mengurus perizinan di MPP bisa ke ruang khusus itu, nanti banyak produk lokal seperti batik, tas, sepatu, produk olahan makanan, coklat kopi, gula semut misalnya yang sudah dihasilkan masyarakat Kulonprogo di jual di situ," ujarnya.

Dengan luasan yang ada sekarang yaitu sekitar 3.000 meter persegi, diakui Agung, MPP belum mampu menyediakan fasilitas lengkap. Selain belum adanya ruang penjualan produk lokal dan tempat pameran potensi Kulonprogo, ketersedian lahan parkir yang memadai juga belum tersedia.

 "Karena antusias masyarakat mulai meningkat untuk menggunakan MPP, jadinya lahan parkir itu penting untuk diperluas, saat hari-hari kerja, kadang parkir terpaksa di pinggir jalan, kalau terus dibiarkan bisa mengganggu arus lalu lintas," katanya.

Disinggung soal kapan akan merealisasikan rencana ini, Agung belum bisa memastikan. Sebab, pihaknya belum membuat Design Engineering Detail (DED) maupun rencana anggaran. Namun, dia optimis, jika kedua hal itu bisa segera dipenuhi, maka tidak butuh waktu lama untuk merealisasikannya.

Ketua Komisi I DPRD Kulonprogo Ajrudin Akbar mengatakan, GOR yang bersebelahan dengan MPP memang bisa dijadikan Gerai UMKM sekaligus perluasan MPP. Nantinya bangunan tersebut dapat disulap menjadi food court, area parkir tambahan dan pusat promosi investasi Kulonpogo.