Pemkab Bantul Minta Daging Kurban Tak Dibungkus Plastik

Penyembelihan daging kurban. - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
04 Agustus 2019 22:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul menggencarkan sosialisasi agar masyarakat mengurangi penggunaan plastik untuk membungkus daging kurban sata perayaan iduladha.

Kepala DLH Bantul, Ari Budi Nugroho, mengatakan penggunaan kantong plastik untuk membungkus daging pada momen Iduladha masih dianggap biasa. Padahal plastik merupakan sampah yang paling sulit terurai. DLH tidak bisa membayangkan berapa banyak sampah plastik dalam sehari saat kurban jika penggunaan kantong plastik tidak dikendalikan.

Oleh karena itu dia ingin kebiasaan masyarakat menggunakan kantong plastik diubah. “Minimal saat Iduladha masyarakat mengganti kantong plastik sebagai wadah daging kurban dengan daun pisang, daun jati, baskom atau wadah makanan yang dapat dipakai berulang,” kata Ari, Minggu (4/8).

Imbauan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik diakui Ari sudah dipasang sejak pekan lalu di sejumlah titik strategis, di antaranya di sekitar Pasar Niten, Jalan Cepit-Tembi, simpang empat BPN Bantul dan Jalan Parangtritis, “Imbauan juga kami sampaikan melalui media sosial,” kata dia.

Salah satu imbauan terpasang di Jalan Tembi-Cepit yang berisi imbauan pengendalian kantong plastik dan merayakan Iduladha tanpa kantong plastik bertuliskan, “Orang beriman peduli lingkungan. Mari kita maknai berkurban dengan menggunakan besek bambu, wadah makanan, besek daun kelapa, daun jati, dan daun pisang.”

Selain imbauan pengurangan penggunaan plastik, DLH Bantul juga mengimbau agar warga tidak mencuci jeroan hewan kurban di sungai karena bisa mengurangi kualitas jeroan karena di sungai banyak kuman yang mudah menempel. Selain itu mencuci jeroan disungai juga mencemari air sungai.

Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, sebelumnya mewacanakan untuk membuat aturan pengurangan sampah plastik di toko-toko dan tempat wisata, minimal dengan Peraturan Bupati Bantul. Saat ini wacana tersebut masih terus dibahas. (Ujang Hasanudin)