Marbot di Sleman Dapat Santunan BPJamsostek Rp42 Juta di Milad DMI
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Ilustrasi. /Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JOGJA- Kepadatan volume kendaraan bermotor terutama di wilayah Kota Jogja tidak bisa diimbangi dengan penambahan ruas jalan baru. Untuk mengatasi arus kendaraan yang terus bertambah, Dinas Perhubungan (Dishub) hanya bisa melakukan rekayasa lalu lintas.
Kepala Dishub DIY Sigit Sapto Raharjo mengatakan tingginya volume kendaraan di kawasan Jogja tidak hanya disebabkan oleh pertumbuhan kendaraan di DIY saja. Penambahan volume kendaraan juga terjadi akibat migrasi masyarakat dari luar daerah yang bekerja di wilayah DIY.
Diakuinya, jalanan di DIY juga menjadi pintu perlintasan baik kendaraan dari Purworejo yang akan ke Solo, maupun kendaraan dari Magelang ke Jogja.
"Termasuk kendaraan wisatawan. Ini karena status DIY sebagai kawasan wisata sehingga berdampak pada meningkatnya volume kendaraan," katanya kepada Harianjogja.com.
Di sisi lain, katanya, pertumbuhan volume kendaraan bermotor di wilayah DIY juga tidak bisa dihindari. Setiap tahun, jumlah kendaraan baru terus bertambah. Di Kota Jogja saja, kata Sigit, rata-rata setiap tahun ada penambahan mobil baru sekitar 4% dan sepeda motor baru sekitar 6%. Jumlah tersebut belum termasuk data dari empat kabupaten lainnya di DIY.
"Jumlah kendaraan bermotor saat ini di Jogja sekitar 1,8 juta unit. Pertahun bertambah sekitar 4 persen untuk mobil dan enam persen untuk motor. Itu baru di Kota," katanya.
Dishub hanya bisa melakukan rekayasa lalu lintas untuk merespon pertumbuhan kendaraan bermotor di Kota Jogja. Sebab untuk menambah jalan hal itu dinilai sangat mustahil melihat kondisi Kota Jogja.
"Yang bisa dilakukan selama ini hanya dengan rekayasa lalu lintas. Beberapa ruas jalan sudah direkayasa, mungkin ke depan juga ada rekayasa jalan lainnya," katanya.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah DIY, Bambang Wisnu Handoyo mengatakan pertumbuhan kendaraan bermotor menjadi salah satu potensi kenaikan pendapatan asli daerah (PAD). Setiap tahun, katanya, rata-rata ada sekitar 120.000 unit kendaraan baru yang dibeli di DIY.
Hanya saja, dia tidak mengetahui apakah pembelian unit kendaraan baru tersebut dilakukan secara cash atau kredit. Dia juga tidak memahami dengan pertumbuhan kendaraan bermotor masyarakat DIY benar-benar sugih semua atau tidak.
"[Pajak kendaraan] Itu salah satu sumbangan terbesar [PAD]. Semakin bertambah, otomatis [penghasilan] pajaknya nambah," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya, berdasarkan data resmi KAI Access.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 28 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Suzuki menegaskan belum akan mengubah Jimny menjadi mobil listrik. Karakter off-road dan mesin bensin dinilai menjadi identitas utama SUV ikonik tersebut.
Meta dikabarkan segera meluncurkan Hatch, platform agen AI konsumen yang dipersiapkan untuk bersaing dengan OpenAI dan Anthropic. Simak fitur dan strateginya.