Kejar Target Pembukaan Prodi Baru, UIN Jogja Kebut Pembebasan Lahan di Pajangan

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Yudian Wahyudi saat diwawancara awak media. - Harian Jogja/Uli Febriarni.
13 Agustus 2019 03:57 WIB Uli Febriarni Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) Jogja akan memunculkan sejumlah program studi baru, namun rencana itu masih terganjal infrastruktur. Oleh karena itu, UIN terus melanjutkan upaya pembebasan lahan di Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Suka, Sutrisno menjelaskan, fakultas yang akan dibuka adalah Fakultas Teknik. Sedangkan prodi baru yang akan dibuka antara lain S1 Teknik Elektro, S1 Teknik Sipil/Arsitektur, S2 Teknik Industri, S2 dan S3 Ilmu Hukum.

"Kami sedang menggodok proposal pembukaan fakultas dan prodi baru tersebut, direncanakan proposal tersebut sudah siap pertengahan Agustus 2019," kata Sutrisno, Sabtu (10/8/2019).

Tahap berikutnya, jajarannya mendiskusikan rencana itu bersama senat, perbaikan-perbaikan lalu mengurus izin membuka prodi dan fakultas ke Kementerian. Pendirian prodi dan fakultas baru dilakukan untuk merespon tingginya peminat UIN Suka dari tahun ke tahun, sedangkan daya tampung tetap.

Sutrisno menambahkan, jajarannya bahkan berharap Fakultas Kedokteran juga dapat berdiri di UIN Suka Jogja, paling lama empat tahun ke depan. Namun, hingga saat ini pihaknya masih cukup kesulitan untuk bisa mendirikan banyak prodi baru. Salah satunya, harus menunggu pembangunan kampus di Pajangan, yang membutuhkan waktu lama.

Rencana pembukaan prodi baru tadi bisa lebih cepat diwujudkan, bila UIN Suka meminjam atau menyewa tempat untuk sementara waktu. Alternatif lainnya, persoalan pembebasan lahan di Pajangan dapat dipercepat.

Hal itu berlaku pula untuk rencana pembukaan prodi kesehatan dan kedokteran, yang belum memiliki sarana dan prasana. "Syarat prodi itu berdiri salah satunya harus punya rumah sakit. Kami baru punya poliklinik, kalau mau dikembangkan jadi rumah sakit juga perlu tempat. Angkat dosen dokter bisa lebih mudah, dibandingkan menyiapkan infrastruktur," kata dia.

Rektor UIN Suka Jogja, Prof.Yudian Wahyudi menjelaskan, upaya pembebasan lahan di wilayah Pajangan sudah dimulai sejak 2015 dan jumlah keseluruhan lahan yang perlu dibebaskan adalah sekitar 702.942 meter persegi.

Pada 2015, 2016, 2017, jumlah lahan yang telah dibebaskan sebesar 391.699 meter persegi dengan nominal harga Rp169,2 miliar. "Sehingga, masih ada 310.208 meter persegi lahan yang belum dibebaskan," ujarnya.

Yudian menambahkan, Kementerian Agama juga telah menyiapkan anggaran untuk pembebasan sisa lahan yang belum dibayarkan, secara bertahap.