TBY Ajak Penonton Tertawa Setelah Pemilu

Salah satu adegan Dagelan Mataraman di TBY, Selasa (13/8/2019). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
14 Agustus 2019 20:47 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Taman Budaya Yogyakarta (TBY) kembali menggelar pentas seni pertunjukan Parade Dagelan Mataram 2019. Mengangkut tema Bar Pemilu Ayo Ngguyu, pertunjukan yang digelar selama dua hari, mulai Selasa-Rabu (13-14/8/2019) tersebut mendapat sambutan yang cukup antusias dari masyarakat.

Ratusan masyarakat, tua muda ikut menyaksikan seni pertunjukan yang digelar di Gedung Concert Hall, kompleks TBY, Selasa malam itu. Sebanyak dua kelompok seni pertunjukan dihadirkan untuk menghibur penonton pada malam itu, yakni Geblek Sengek dari Kulonprogo dan kelompok Getar Gundul dari Gunungkidul.

Kelompok Geplek Sengek menampilkan pertunjukan berjudul Mata Duiten yang disutradarai oleh Mustafi. Dengan penata iringan yang dikomandani Paijo, lawakan yang mereka mainkan dipenuhi dengan joke-joke segar yang mengundang tawa penonton.

Gemuruh tawa penonton terus menggema di dalam hall saat menyaksikan lawakan dari kelompok Getar Gundul. Disutradarai oleh Joni Gunawan, grup ini mengangkat judul Srakah.

Dagelan Mataram kembali dilanjutkan pada Rabu malam. Tiga grup yang dihadirkan pada pertunjukan hari kedua tersebut masing-masing adalah Sego Katul, Ko-Plak, dan Seger. "Total kami menyajikan lima kelompok pada pertunjukan selama dua hari ini," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TBY Diah Tutuko Suryandaru di sela-sela kegiatan, Selasa.

Dia mengatakan gelaran tersebut dihadirkan sebagai ajang apresiasi, ekspresi, revitalisasi serta sebagai tontonan yang bernuansa budaya lokal. Kesenian tersebut, kata Diah perlu terus dilestarikan dan dikembangkan. "Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk apresiasi kami kepada para seniman. Kegiatan ini digelar menggunakan Dana Keistimewaan (Danais)," katanya.

Kasi Penyajian dan Pegembangan Kebudayaan TBY, Suraya mengatakan kegiatan tersebut sebagai wadah untuk menfasilitasi dan menyatukan para pelawak di Jogja. "Kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan khususnya generasi muda pada seni pertunjukan," katanya.