SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Salah satu adegan Dagelan Mataraman di TBY, Selasa (13/8/2019)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Taman Budaya Yogyakarta (TBY) kembali menggelar pentas seni pertunjukan Parade Dagelan Mataram 2019. Mengangkut tema Bar Pemilu Ayo Ngguyu, pertunjukan yang digelar selama dua hari, mulai Selasa-Rabu (13-14/8/2019) tersebut mendapat sambutan yang cukup antusias dari masyarakat.
Ratusan masyarakat, tua muda ikut menyaksikan seni pertunjukan yang digelar di Gedung Concert Hall, kompleks TBY, Selasa malam itu. Sebanyak dua kelompok seni pertunjukan dihadirkan untuk menghibur penonton pada malam itu, yakni Geblek Sengek dari Kulonprogo dan kelompok Getar Gundul dari Gunungkidul.
Kelompok Geplek Sengek menampilkan pertunjukan berjudul Mata Duiten yang disutradarai oleh Mustafi. Dengan penata iringan yang dikomandani Paijo, lawakan yang mereka mainkan dipenuhi dengan joke-joke segar yang mengundang tawa penonton.
Gemuruh tawa penonton terus menggema di dalam hall saat menyaksikan lawakan dari kelompok Getar Gundul. Disutradarai oleh Joni Gunawan, grup ini mengangkat judul Srakah.
Dagelan Mataram kembali dilanjutkan pada Rabu malam. Tiga grup yang dihadirkan pada pertunjukan hari kedua tersebut masing-masing adalah Sego Katul, Ko-Plak, dan Seger. "Total kami menyajikan lima kelompok pada pertunjukan selama dua hari ini," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TBY Diah Tutuko Suryandaru di sela-sela kegiatan, Selasa.
Dia mengatakan gelaran tersebut dihadirkan sebagai ajang apresiasi, ekspresi, revitalisasi serta sebagai tontonan yang bernuansa budaya lokal. Kesenian tersebut, kata Diah perlu terus dilestarikan dan dikembangkan. "Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk apresiasi kami kepada para seniman. Kegiatan ini digelar menggunakan Dana Keistimewaan (Danais)," katanya.
Kasi Penyajian dan Pegembangan Kebudayaan TBY, Suraya mengatakan kegiatan tersebut sebagai wadah untuk menfasilitasi dan menyatukan para pelawak di Jogja. "Kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan khususnya generasi muda pada seni pertunjukan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.