Kesetaraan Gender, Partisipasi Perempuan Dalam Pembangunan Harus Ditingkatan

Suasana sosialisasi Pemahaman Gender untuk Masyarakat yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DIY di Balai Desa Sawahan, Kecamatan Ponjong, Selasa (20/8/2019) - Harian Jogja/David Kurniawan
20 Agustus 2019 22:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Rumi Hayati, mengatakan kepedulian terhadap kesetaraan gender harus terus ditingkatkan. Salah satunya bisa dilakukan memberikan kesempatan terhadap kader perempuan untuk berpartisipasi dalam program pembangunan di desa.

“Kader perempuan wajib dilibatkan dan bukan sekadar sebagai penonton,” kata Rumi di sela-sela kegiatan Sosialisasi Pemahaman Gender di Balai Desa Sawahan, Kecamatan Ponjong, Selasa (20/8/2019).

Menurut dia, partisipasi ini sebagai bentuk persamaan hak sehingga masalah dikriminasi gender bisa terus ditekan. “Kesempatan ini tidak hanya dalam program pembangunan yang dimiliki desa, tapi pos-pos jabatan di pemerintahan juga layak diberikan kesempatan,” katanya.

Rumi menuturkan, hingga saat ini gender masih menjadi masalah. Hal itu dibuktikan masih adanya kasus kekerasan yang terjadi pada kelompok perempuan. “Kalau benar-benar setara maka tidak ada perbedaan-perbesdaan dalam layanan seperti pendidikan, sosial hingga masalah lainnya,” katanya.

Kepala Desa Sawahan, Suprapto, mengatakan di wilayahnya kesadaran tentang gender sudah mulai terlihat. Hal itu dapat dibuktitan mulai dari adanya partisipasi kader perempuan di berbagai kegiatan seperti karang taruna, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) hingga petugas dalam pemilihan umum. “Kami sudah mengikutsertakan kader perempuan dalam berbagai kegiatan,” kata Suprapto.

Meski demikian dia beharap dengan adanya Sosialisasi Pemahaman Gender dapat meningkatkan pemahaman di masyarakat berkaitan dengan kesetaraan hak antara peremuan dan laki-laki. Dia berharap para peserta sosialisasi bisa menjadi kader dalam upaya pengarusutamaan gender di Desa Sawahan. “Mudah-mudahan kegiataan ini memberikan manfaat dan Sawahan menjadi desa yang ramah gender,” ujarnya.

Kepala Seksi Data Informasi Gender dan Kerja Sama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DIY, Arif Nasiruddin, mengatakan Sosialisasi Pemahaman Gender yang digelar merupakan bentuk kepedulian terhadap program kesetaraan gender. Terlebih lagi, kata dia, Pemerintah DIY sudah mendapatkan penghargaan Parahita Ekapraya sebagai bentuk perhatian terhadap masalah gender. “Di DIY yang mendapatkan penghargaan tingkat mentor baru Pemerintah DIY dan Pemkab Sleman. Harapannya dengan program sosialisasi ini dapat meningkatkan kesetaraan gender sehingga daerah-daerah lain juga mendapatkan penghargaan yang sama,” kata Arif, Selasa.

Menurut dia, di dalam sosialisasi ada beberapa hal yang disampaikan ke masyarakat berkaitan dengan kesetaraan gender. Ada beberapa fokus yang dijeaskan ke peserta sosialiasi mulai dari partisipasi dalam penetapan program di tingkat desa hingga aksesibilitas yang tidak membeda-bedakan jenis kelamin. “Program dilaksanakan tidak hanya di tingkat kabupaten, tapi juga menyasar ke desa. Untuk tahun ini ada 75 desa yang menjadi sasaran sosialisasi kesetaraan gender,” katanya.