BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Tim aerobatik TNI AU Jupiter Aerobatic Team (JAT) memukau para penonton saat menampilkan berbagai manuver dalam gelaran Jogja Air Show 2019 yang berlangsung di Pantai Depok, Kretek, Bantul, Sabu (24/08/2019)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL- Sejumlah penerjun payung pada gelaran Jogja Air Show 2019 mengalami gagal mendarat, bahkan tiga penerjun di antaranya harus mendarat di Laguna Pantai Depok, Parangtritis, Kretek, Bantul, Sabtu (24/8/2019). Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun salah satu penerjun harus mendapat perawatan medis.
Satu penerjun yang harus mendapat perawatan medis adalah Ramli, penerjun dari kalangan sipil asal Kalimantan Barat. Ramli mendarat di muara Sungai Opak. Setelah mendarat di sungai Tim Search and Rescue (SAR) gabungan Direktorat Polair Polda DIY langsung melakukan pertolongan.
“Saat ditolong tadi kondisinya lemas, mungkin karena panik, kebanyakan minum air dan tenaganya habis untuk terus bergerak agar dia tetap mengapung,” kata Agustinus Bayu Sakti, salah satu personel Direktorat Polair Polda DIY yang menolong Romli, kepada wartawan.
Agustinus mengatakan seharusnya para penerjun itu mendarat di landasan pacu Pantai Depok dan pantai Parangtritis, namun karena terbawa angin sehingga beberapa penerjun mendarat di sungai. Saat itu Agustinus bersama rekan-rekannya juga sedang berjaga di sekitar Pantai Depok, namun setelah melihat beberapa penerjun terbawa angin ke arah barat pihaknya langsung mengejarnya.
Arah pendaratan diketahui ke Laguna Depok sehingga pengejaran di sekitar Laguna Depok. Menurut Agustinus, posisi Romli saat mendarat ada di muara sungai dan sempat tenggelam, karena diketahui kakinya terlilit tali payung sehingga kesulitan untuk berenang. Namun dapat dievakuasi dan langsung dibawa ambulan untuk mendapat perawatan medis.
Sementara dua penerjun lainnya yang mendarat di sungai adalah anggota TNI. Keduanya adalah Brigadir Nugroho dan Brigadir A.I Nasution. Namun keduanya dapat berenang dan tidak mengalami cedera apapun. Nugroho mengatakan dirinya harus mendarat di sungai karena kondisi angin di udara cukup kencang. “Tidak bisa ke kanan, tidak bisa kekiri. Mundur terus," kata Brigadir Nugroho.
Dari pantauan lapangan selain mendarat di sungai, ada juga beberapa penerjun yang mendarat di kawasan konservasi hutan mangrove Baros dan lahan pertanian. Namun yang mendarat di Baros ini terlihat tidak mengalami kendala.
Ketua Pelaksana JAS 2019, Kolonel Pnb. Feri Yunaldi, membenarkan adanya sejumlah penerjun payung yang gagal mendarat karena kondisi angin pantai selatan yang cukup kencang. Berdasarkan laporan yang dia terima ada 10 penerjun yang mendarat di luar drop spot yang ditetapkan. “Kondisinya alhamdulillah aman dan siap melaksanakan penerbangan selanjutnya,” kata Feri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Lonjakan operasi plastik di kalangan anak muda Jepang memicu kekhawatiran. Bahkan anak lulusan SD mulai menjalani operasi kelopak mata dengan persetujuan orang
Federasi Sepak Bola Laos melaporkan dugaan match fixing yang menyeret Timnas Laos di Piala AFF 2026. Polisi diminta menyelidiki indikasi manipulasi pertandingan
Xiaomi resmi meluncurkan HyperOS 4 di China. Sistem operasi terbaru ini membawa desain transparan ala kaca, AI Assistant 2.0, performa lebih cepat, dan fitur li
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggaungkan semangat literasi melalui bedah buku Homepower
Pendapatan transfer Kulonprogo turun Rp114,66 miliar pada APBD Perubahan 2026. DPRD meminta Pemkab mengubah strategi fiskal.