UMY Seminarkan Pemberdayaan Masyarakat di Era Revolusi Industri 4.0

Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat bertema Sinergi dan Strategi Akademisi, Business dan Government (ABG) dalam Mewujudkan Pemberdayaan Masyarakat yang Kerkemajuan di Era Industry 4.0, Selasa (27/8 - 2019)
27 Agustus 2019 23:57 WIB Laila Rochmatin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (LP3M UMY) bekerja sama dengan  Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, menyelenggarakan Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat bertema Sinergi dan Strategi Akademisi, Business dan Government (ABG) dalam Mewujudkan Pemberdayaan Masyarakat yang Kerkemajuan di Era Industry 4.0, Selasa (27/8/2019).  Peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi dari seluruh  di Indonesia.

 Hadir sebagai narasumber Kementerian Desa, Pembangunan Tertinggal dan Transmigrasi Condrad Hendrarto, Kepala Bappeda DIY Budi Wibowo, Direktur Utama Bank Syari’ah Mandiri (BSM) Habiburahman, dan Kepala LP3M UMY Gatot Supangkat.

Gatot mengatakan Revolusi Industri 4.0 menjadi topik yang sangat menarik dibahas dalam proses pemberdayaan masyarakat.  Era tersebut ditandai dengan munculnya Internet of Things (IoT), big data, artificial intelligence, cloud computing, block chain, dll. Mengacu pada hal tersebut, maka perubahan pekerjaan di masa yang akan datang banyak dipengaruhi oleh lima faktor yaitu ekonomi, teknologi, regulasi, sosiologi dan demografi.

Pemberdayaan masyarakat merupakan suatu proses atau serangkaian kegiatan untuk memperkuat keberdayaan kelompok lemah dalam masyarakat agar menjadi masyarakat yang berdaya, memiliki kekuasaan atau pengetahuan dan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya baik yang bersifat fisik, ekonomi maupun sosial (memiliki kepercayaan diri, mampu menyampaikan aspirasi, mampu berpatisipasi dalam kegiatan sosial dan mandiri.

“Harapan kami hasil pengabdian para dosen ini mampu menambah wawasan terkait model pemberdayaan masyarakat, agar bersama-sama mampu bersinergi memajukan bangsa dan negara,” kata Supangat.