SD Negeri 1 Bantul Hadirkan Layanan Pendidikan Terpadu
SD Negeri 1 Bantul terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas melalui penyelenggaraan layanan pendidikan terpadu
Suasana terminal keberangkatan dan kedatangan di Yogyakarta International Airport, Kecamatan Temon, Jumat (7/6/2019).-Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul menargetkan minimal 100 produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Bantul masuk Yogyakarta International Airport (YIA). Saat ini Pemkab masih terus melakukan pendekatan dengan PT. Angkasa Pura, selaku pengelola bandara.
Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (DKUKMP) Bantul, Kesi Irawati mengatakan tahun ini sudah ada sembilan produk UMKM Bantul yang masuk YIA. Sembilan produk tersebut adalah batik, wedang uwuh, kripik pisang, kerajinan dari perak, olahan lele, minuman herbal, kerajinan dari keramik, olahan umbi gadung, dan asesoris.
Kesembilan produk UMKM tersebut, kata Kesi, masuk YIA setelah difasilitasi oleh Pemda DIY. Awalnya DKUKMP mengusulkan 65 produk UMKM, namun yang lolos seleksi awal empat, kemudian bertambah lagi menjadi sembilan jenis produk UMKM.
“Kami berharap lebih banyak lagi produk UMKM Bantul yang masuk YIA. target kami tahun depan minimal 100 produk UMKM yang masuk bandara,” kata Kesi, Senin (26/8/2019).
Untuk memperbanyak produk yang dipajang di YIA, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Pemda DIY. Selain itu juga melalui pendekatan langsung dengan Angkasa Pura dan membawa nama Pemerintah Kabupaten Bantul, bukan lagi DKUKMP. Menurut dia, dalam waktu dekat skan ada Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab Bantul dan angkasa Pura, terkait kerjasama tersebut.
Lebih lanjut Kesi mengatakan tahun ini kesempatan produk UMKM masuk YIA memang sudah dibatasi. Namun berdasarkan informasi yang dia peroleh PT.Angkasa Pura akan menyediakan kembali ruang pamer produk UMKM atau Galeria UKM seluas sekitar 1.900 meter persegi pada awal tahun depan. “Tahun depan kami sudah persiapkan untuk mengusulkan lagi produk dari Bantul,” ujar Kesi.
Keinginan Pemerintah Kabupaten Bantul bekerjasama dengan PT. Angkasa Pura bukan hanya pada produk UMKM, namun dalam bebrapa sektor, mulai dari suplay bahan makanan atau logistik, ketenagakerjaan, penyiapan sumber daya manusia yang akan bekerja di bandara, penginapan dan perhotelan, serta ekspor dan impor.
Rencananya akan ada kerjasama antara Pemkab Bantul dan PT. Angkasa Pura serta anak perusahaan Angkasa Pura. “Tenaga Kerja di bandara itu [dari informasi Angkasa Pura] membutuhkan sekitar tiga ribuan orang] untuk 16 jenis pekerjaan, kami harapkan ada dari Bantul. Syarat dan ketentuan untuk bekerja di bandara itu harus kami ketahui. Setelah itu kami bisa memanfaatkan balai latihan khusus atau perguruan tinggi untuk melatihnya,” kata Kepala badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul, Isa Budi Hartomo, beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Negeri 1 Bantul terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas melalui penyelenggaraan layanan pendidikan terpadu
Manunggal Cup 2026 diikuti 36 tim Karang Taruna Kulonprogo dan diharapkan melahirkan bibit atlet voli menuju Porda DIY 2027.
Prakiraan cuaca DIY Kamis 24 September 2026 didominasi berawan. Suhu tertinggi mencapai 34°C, sementara kelembapan hingga 95%.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, tanggal, jam pelayanan pagi dan malam, serta syarat perpanjangan SIM.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini 23 September 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal SIMMADE, SIMENOR, Satpas dan syarat perpanjangan.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 tersedia di Satpas, SIMMADE, SIMPITU hingga layanan malam. Cek lokasi dan syaratnya.