Tujuh Kambing Mati Mendadak, 5 Warga Semanu Suspek Antraks
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Ilustrasi BPJS Kesehatan./Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya 690 guru tidak tetap (GTT) di Kabupaten Gunungkidul mendapatkan surat keputusan sebagai (SK) guru pengganti sehingga berhak mendapatkan penghasilan Rp700.000 per bulan. Meski demikian, nominal ini dirasa belum mencukupi karena masih jauh di bawah upah minimum kabupaten (UMK). Untuk mengurangi beban yang dimiliki, GTT meminta agar akses untuk BPJS Kesehatan bisa lebih dipermudah.
Ketua Forum Guru Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Gunungkidul, Aris Wijayanto, mengapresiasi kebijakan dari Pemkab Gunungkidul yang menaikkan honor bagi ratusan GTT. Pasalnya, dengan SK sebagai guru pengganti para guru bisa mendapatkan penghasilan lebih baik meski nominal yang diberikan masih di bawah standar upah yang berlaku. “Dengan SK maka ada peningkatan penghasilan setiap bulannya, yakni Rp700.000 untuk guru yang mendapatkan SK,” katanya kepada wartawan, Rabu (28/8/2019).
Meski sudah ada upaya perbaikan kesejahteraan, Aris menyatakan hal tersebut belum menyelesaikan masalah yang dihadapi. Selain nominal yang masih jauh dari UMK, para guru juga kesulitan mengakses fasilitas BPJS Kesehatan. “Kalau menjadi peserta mandiri jelas sulit karena honor yang diberikan masih kecil, tapi kalau melalui bantuan juga sulit karena profesi guru maka tidak masuk hitungan. Sebagai bukti saat ada pendataan, banyak GTT yang dilewatkan,” katanya.
Menurut dia, hal ini sangat ironis karena penghasilan yang didapatkan belum sebanding dengan tugas yang dilaksanakan. “Kami masih kalah dengan tukang bangunan,” katanya. Aris berharap ada solusi sehingga kesejahteraan GTT maupun guru honorer bisa ditingkatkan. “Butuh proses tapi setidaknya kami bisa mendapatkan akses BPJS Kesehatan yang lebih mudah,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan jajarannya sudah berkomunikasi dengan GTT terkait dengan pemberian jaminan kesehatan. Meski demikian, upaya untuk memberikan fasilitas kesehatan masih terkendala regulasi sehingga belum bisa diterapkan. “Tidak hanya regulasi, untuk pelaksanaan juga bergantung dengan kemampuan anggaran Pemkab. Mudah-mudahan ke depan ada solusi sehingga GTT bisa mendapatkan akses jaminan kesehatan,” kata Bahron.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
BPBD Kota Jogja mendorong pengaktifan kembali kentongan sebagai alat peringatan dini bencana berbasis masyarakat saat komunikasi terganggu.
BGN membuka ruang bagi mitra MBG mengganti yayasan yang dinilai tak berkontribusi. Mitra dapat mengajukan yayasan baru melalui portal registrasi.
Kesehatan ginjal anak perlu dijaga sejak dini. Simak tujuh cara merawat ginjal anak untuk membantu mencegah masalah kesehatan di kemudian hari.
Prakiraan cuaca Jogja Minggu 4 Oktober 2026 didominasi berawan. Suhu tertinggi mencapai 33°C, sementara Kulon Progo cerah.
Luis de la Fuente memuji Lamine Yamal sebagai calon legenda sepak bola setelah Spanyol menang 3-1 atas Republik Ceko.