Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Ilustrasi monyet ekor panjang./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY mengusulkan pengurangan populasi monyet ekor panjang sebanyak 1.200 ekor ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Apabila usulan ini disetujui, monyet-monyet yang ditangkap diekspor ke luar negeri untuk kepentingan medis.
Petugas Resor Konservasi Gunungkidul BKSDA DIY, Agus Sunarto, mengatakan tahun ini ada kuota pengurangan populasi monyet sebanyak 20.000 ekor dari Pemerintah Pusat. Dari jumlah itu, BKSDA DIY mengajukan pengurangan populasi sebanyak 1.200 ekor. Meski demikian hingga saat ini belum diketahui apakah usulan disetujui atau tidak.
"Kami masih tunggu informasinya. Kuota ini merupakan usulan di DIY, tapi jika melihat dari serangan yang terjadi maka Gunungkidul dan Kulonprogo menjadi lokasi yang masuk skala prioritas dalam pengurangan populasi," kata Agus kepada wartawan, Kamis (29/8/2019).
Menurut dia, untuk penangkapan BKSDA bekerja sama dengan perusahaan yang sudah memiliki izin untuk menangkap hewan liar. Rencananya monyet yang ditangkap diekspor ke China dan Amerika Serikat (AS). "Bisa jadi komoditas ekspor, tapi upaya penangkapan harus melalui prosedur dan tidak asal ditangkap sehingga populasi bisa tetap dijaga," katanya.
Disinggung mengenai manfaat ekspor dari monyet ekor panjang, Agus belum tahu pasti. Namun dari informasi yang ia terima, monyet yang ditangkap bisa untuk kepentingan medis seperti penelitian, pembuatan serum hingga keperluan kosmetik. "Untuk jelasnya perusahaan yang tahu dan saat ini sudah ada monyet yang ditangkap kemudian di ekspor," katanya.
Dikatakan Agus, hingga saat ini sudah banyak laporan adanya serangan monyet ekor panjang di lahan pertanian milik warga. Akibat serangan ini banyak petani yang gagal panen. "Serangan dilakukan oleh kawanan monyet dengan satu kelompok terdiri dari 50 ekor. Untuk daya jelajah, satu kawanan bisa menjarah wilayah satu desa," katanya.
Kepala Resor Konservasi wilayah Gunungkidul BKSDA DIY, Tugimayanto, menambahkan jajarannya masih menunggu informasi terkait dengan kuota penangkapan monyet untuk mengurangi jumlah populasi di Gunungkidul. Menurut dia, kuota itu sangat berkaitan dengan jumlah populasi di alam liar. "Tidak bisa asal menetapkan karena jika sembarangan bisa mengancam keberadaan monyet ekor panjang di alam bebas," katanya.
Dia menuturkan, sebelum kuota ditetapkan bakal ada kajian terlebih dahulu menyangkut jumlah populasi. "Kami tunggu hasil kajian dan kuota monyet yang bisa ditangkap berapa," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Korban tewas kapal terbalik di Danau Kariba, Zimbabwe, bertambah menjadi 72 orang. Kapal membawa sekitar 153 penumpang.
DPRD DIY menilai cetak ulang buku pelajaran hanya karena huruf terlalu kecil tidak urgen. Anggaran pendidikan diminta lebih tepat sasaran.
Chip AI Nvidia Jetson Orin ditemukan pada sisa rudal Rusia S-71M. GUR menduga komponen itu terkait kemampuan otonom rudal.
Polri mengirim 21 personel SAR, 10 anjing K-9, logistik 2,5 ton, dan Wi-Fi portable untuk membantu pencarian korban gempa NTT.
Hacker Iran diduga menyerang puluhan fasilitas air AS. Serangan mengganggu operasional dan mengekspos kerentanan sistem air.