78 Titik Blankspot Internet Tersebar di Gunungkidul, Ini Lokasinya
Sebanyak 78 titik blankspot internet ditemukan di Gunungkidul. Diskominfo menyiapkan perluasan jaringan telekomunikasi pada 2028.
Ilustrasi monyet ekor panjang./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY mengusulkan pengurangan populasi monyet ekor panjang sebanyak 1.200 ekor ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Apabila usulan ini disetujui, monyet-monyet yang ditangkap diekspor ke luar negeri untuk kepentingan medis.
Petugas Resor Konservasi Gunungkidul BKSDA DIY, Agus Sunarto, mengatakan tahun ini ada kuota pengurangan populasi monyet sebanyak 20.000 ekor dari Pemerintah Pusat. Dari jumlah itu, BKSDA DIY mengajukan pengurangan populasi sebanyak 1.200 ekor. Meski demikian hingga saat ini belum diketahui apakah usulan disetujui atau tidak.
"Kami masih tunggu informasinya. Kuota ini merupakan usulan di DIY, tapi jika melihat dari serangan yang terjadi maka Gunungkidul dan Kulonprogo menjadi lokasi yang masuk skala prioritas dalam pengurangan populasi," kata Agus kepada wartawan, Kamis (29/8/2019).
Menurut dia, untuk penangkapan BKSDA bekerja sama dengan perusahaan yang sudah memiliki izin untuk menangkap hewan liar. Rencananya monyet yang ditangkap diekspor ke China dan Amerika Serikat (AS). "Bisa jadi komoditas ekspor, tapi upaya penangkapan harus melalui prosedur dan tidak asal ditangkap sehingga populasi bisa tetap dijaga," katanya.
Disinggung mengenai manfaat ekspor dari monyet ekor panjang, Agus belum tahu pasti. Namun dari informasi yang ia terima, monyet yang ditangkap bisa untuk kepentingan medis seperti penelitian, pembuatan serum hingga keperluan kosmetik. "Untuk jelasnya perusahaan yang tahu dan saat ini sudah ada monyet yang ditangkap kemudian di ekspor," katanya.
Dikatakan Agus, hingga saat ini sudah banyak laporan adanya serangan monyet ekor panjang di lahan pertanian milik warga. Akibat serangan ini banyak petani yang gagal panen. "Serangan dilakukan oleh kawanan monyet dengan satu kelompok terdiri dari 50 ekor. Untuk daya jelajah, satu kawanan bisa menjarah wilayah satu desa," katanya.
Kepala Resor Konservasi wilayah Gunungkidul BKSDA DIY, Tugimayanto, menambahkan jajarannya masih menunggu informasi terkait dengan kuota penangkapan monyet untuk mengurangi jumlah populasi di Gunungkidul. Menurut dia, kuota itu sangat berkaitan dengan jumlah populasi di alam liar. "Tidak bisa asal menetapkan karena jika sembarangan bisa mengancam keberadaan monyet ekor panjang di alam bebas," katanya.
Dia menuturkan, sebelum kuota ditetapkan bakal ada kajian terlebih dahulu menyangkut jumlah populasi. "Kami tunggu hasil kajian dan kuota monyet yang bisa ditangkap berapa," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 78 titik blankspot internet ditemukan di Gunungkidul. Diskominfo menyiapkan perluasan jaringan telekomunikasi pada 2028.
Sebanyak 35 persen kecelakaan di DIY pada 2025 terjadi malam hari. Dishub DIY mengoptimalkan aplikasi Sigap Aset.
Kebakaran garasi bus Damri di Bandung menghanguskan 10 bus dan berdampak pada 13 rumah warga. Satu orang mengalami sesak napas.
Sleman meraih peringkat terbaik I Parasamya Karya Kencana Regional 3 berkat sinergi lintas sektor dalam program GENTING.
Prabowo bertemu 10 mantan Kapolri dan Kapolri Suyudi di Hambalang, di tengah pengusutan kasus dugaan penyadapan.
OJK mencatat hampir 1,5 juta pemain judi online di Jateng. Dana dari utang meningkat hampir 80 persen sejak 2024.