Tinjau YIA, Jokowi Sebut Operasional Penuh pada Mei 2020

Presiden Joko Widodo bersama rombongan saat meninjau salah satu fasilitas di terminal penumpang di Yogyakarta Internasional Airport (YIA), di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo, Kamis (29/8). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
29 Agustus 2019 15:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Presiden Joko Widodo menyempatkan diri untuk meninjau progres pembangunan Yogyakarta Internasional Airport (YIA), Kulonprogo, sebelum bertolak ke Purworejo dan Magelang, Jawa Tengah dalam rangka kunjungan kerja selama dua hari pada Kamis (28/8/2019) hingga Jumat (29/8/2019).

Menggunakan pesawat kepresidenan, Jokowi yang ditemani sang istri, Iriana Joko Widodo, berserta rombongan, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan dan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, tiba di landasan pacu YIA, pada Kamis, sekitar pukul 09.30 WIB.

Rombongan disambut oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi; Menteri Pariwisata, Arif Yahya; Direktur Utama Angkasa Pura 1, Faik Fahmi; Gubernur DIY Sri Sultan HB X; Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo dan beberapa jajaran Forkompinda tingkat kabupaten Kulonprogo dan Provinsi DIY.

Mereka kemudian menuju lantai tiga terminal internasional yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. Di sinilah, Jokowi memulai rangkaian peninjauan. Kegiatan tersebut berlangsung kurang dari satu jam.

Kepada awak media, Jokowi menyatakan pembangunan fisik YIA bakal selesai pada akhir tahun ini. Untuk menunjang konektivitas, pembangunan rel kereta bandara diselesaikan pada Maret 2020, yang kemudian disusul pembangunan jalan tol. Sementara untuk operasional penuh, dimulai pada Mei 2020.

"Pembangunan akan selesai Desember plus nanti dihubungkan dengan kereta yang selesainya Maret 2020. Lalu untuk full operasi pada pertengahan tahun depan. Nanti akan terkoneksi kereta dan tol," ujarnya.

Soal jalan tol, Jokowi enggan menjelaskan karena ini merupakan ketugasan dari Kementerian PUPR bekerjasama dengan Pemda DIY selaku otoritas terkait. Yang terpenting saat ini lanjutnya, pembangunan YIA bisa segera dirampungkan terlebih dahulu.

Presiden berharap kehadiran YIA yang sejak awal diproyeksi menjadi bandara internasional, bisa berdampak pada peningkatan kunjungan wisata di Indonesia, terutama di wilayah DIY dan sekitarnya. Apalagi daya tampung terminal di bandara ini mencapai 20 juta orang per tahun. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan Bandara Adisucipto, Sleman, DIY yang hanya 1,8 juta per tahun.

"Yang paling penting tambahan slot di YIA yang besar ini akan diberikan kepada penerbangan luar negeri, sehingga banyak turis yang datang ke Indonesia, terutama Jogja dan sekitarnya," ucapnya.

Sri Sultan HB X mengatakan saat ini Pemda DIY masih merumuskan langkah-langkah untuk menunjang sektor pariwisata seiring hadirnya YIA. Ini diperlukan agar, keberadaan bandara ini tak hanya berdampak kepada DIY semata, melainkan kawasan Jogja Solo Semarang (Joglosemar). Oleh karena itu, yang perlu diperhatikan saat ini adalah fasilitas infrastruktur yang memadai.

"Ini baru kita rumuskan, karena tidak hanya Jogja, tapi Joglosemar, jadi infrastruktur harus perlu dipenuhi," ucapnya.

Sultan menyebut, kehadiran YIA bisa meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Dia menerangkan saat ini rata-rata jumlah kunjungan wisman ke kawasan DIY baru berkisar 400.000 orang per tauun. Jika YIA sudah beroperasi penuh termasuk penerbangan internasional, target kunjungan wisman yang dicanangkan Pemda DIY sebelumnya yaitu 2 juta orang orang dimungkinkan bisa tercapai.

Pembangunan 76%

Dirut AP 1, Faik Fahmi mengatakan progres pembangunan YIA saat ini sudah mencapai 76%. Dia optimis pada akhir tahun ini, pembangunan bakal rampung. Sehingga pada awal 2020 penerbangan di Adisucipto secara bertahap bisa dipindahkan ke YIA.

"Awal tahun kami segerakan untuk memindah penerbangan dari Adisucipto ke sini [YIA], ini dilakukan karena daya tampung di Adisucipto sudah tidak mencukupi. Tapi nanti Adisucipto tetap beroperasi untuk penerbangan pesawat carter atau yang daya tempuh pendek," kata Faik.

Faik mengatakan operasional penuh YIA akan dilaksanakan paling lambat pada Mei 2020. Sejumlah maskapai internasional yang sebelumnya digadang-gadang bakal mendaratkan pesawatnya di YIA, yakni Air Asia, Sikh Air, dan beberapa maskapai lain, masih melakukan Hazard Identification adan Risk Assessment (HIRA).

"Karena ada proses yang masih dijalankan salah satunya HIRA, jadi opersional penuh antara April atau paling lambat Mei tahun depan," ujarnya.