Pancasila Dikenalkan Lewat Wayang Kulit

Ki Warseno Slank memimpin pagelaran wayang kulit dengan lakon Bima Suci di halaman kampus Sekolah Tinggi Multi Media (MMTC) Jogja, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Sleman, Sabtu (31/8/2019). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
01 September 2019 22:52 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Ratusan mahasiswa dan warga mengikuti dialog publik melalui media tradisional berupa pertunjukan wayang kulit dengan lakon Bima Suci dengan mengangkat tema Semangat Gotong Royong, Kebinekaan, Persatuan dan Kesatuan Menuju Indonesia Maju yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dipimpin dalang Ki Warseno Slank di halaman Sekolah Tinggi Multi Media (MMTC) Yogyakarta Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Sabtu (31/8).

Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kominfo Wiryanta mengatakan dialog publik ini selain memperkenalkan nilai-nilai Pancasila juga sekaligus acara menyambut mahasiswa baru di MMTC Jogja.

"Bagaimana mereka bisa menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan di dalam kampus," kata Wiryanta kepada Harian Jogja, Sabtu.

Menurut Wiryanta, Presiden Joko Widodo berpesan agar bangsa Indonesia harus punya kepribadian yang berkebudayaan. "Artinya dalam kehidupan sehari-hari kita diharapkan dapat membangun dan menerapkan nilai-nilai harmonisasi dan toleransi antara anak bangsa dengan perbedaan suku bangsa, agama, budaya, maupun ekonomi," jelasnya.

Sosialisasi menggunakan media wayang, kata Wiryanta, merupakan upaya yang dilakukan Kominfo bersama-sama dan bergotong royong dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan juga instansi lain dalam memperkenalkan Pancasila kepada warga negara khususnya generasi milenial.

"Kami juga menggunakan media cetak maupun elektronik lewat forum dan salah satunya dengan menggunakan media pertunjukan wayang kulit," kata Wiryanta.

Direktur Analisis dan Sinkronisasi BPIP Ani Purwanti menyambut baik kegiatan Kominfo menggelar pertunjukan wayang kulit untuk memperkenalkan Pancasila kepada generasi milenial.

"Tantangan sekarang adalah mengenalkan Pancasila kepada remaja, khususnya generasi muda setelah reformasi. Setelah reformasi pendidikan Pancasila hilang, ditambah sekarang ini era digitalisasi generasi milenial agak kebingungan sebenarnya Pancasila itu apa dan wujudnya seperti apa," kata dia.