Letkol Inf Wiyata S Aji: Dapat Pengalaman Berharga di Jogja

Letkol Inf Wiyata S Aji - Harian Jogja/Istimewa
03 September 2019 17:22 WIB Anton Wahyu Prihartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA -- Masa kedinasan Letkol Inf Wiyata S Aji sebagai Dandim 0734/Yogyakarta hanya berlangsung singkat yakni sekitar enam bulan. Namun, penugasan itu telah memberikan kesan yang mendalam dan sekaligus pengalaman berharga bagi Wiyata.

Bagi laki-laki kelahiran Bandung tersebut, tugas di Jogja merupakan pengalaman pertama berdinas di satuan kewilayahan, setelah kurang lebih 17 tahun berdinas di satuan tempur. “Saya sangat beruntung di tempatkan di Yogyakarta, suatu wilayah yang sangat istimewa dari berbagai aspek, mulai dari aspek sejarah, seni budaya, kultur, sistem pemerintahan daerah, kondisi sosial, pariwisata, agama dan lainnya,” ujar lulusan Akmil tahun 2001 ini kepada Harian Jogja, Senin (2/9).

Dengan kondisi tersebut menuntut dia harus banyak berinteraksi secara langsung maupun tidak langsung kepada berbagai stakeholder baik formal dan informal yang ada di Yogyakarta. Otomatis hal itu telah menambah wawasan dan memperluas perspektif berpikirnya khususnya dalam bidang non militer. “Pengalaman ini sangat berharga dan menjadi bekal karier kemiliteran saya ke depan,” ungkap laki-laki yang meraih gelar Master of Defense Studies di Royal Military College of Canada pada 2016.

Perwira menengah yang pernah bertugas di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini masih ingat betul ketika kali pertama ditempatkan di Jogja di mana situasi saat itu menjelang berlangsungnya pesta demokrasi yakni pemilu legislatif dan pemilihan presiden. Kondisi itu menuntut dia harus berperan aktif mensukseskannya agar pemilu berjalan dengan aman dan damai. Tak heran selama periode itu dia aktif menjalin kemunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. “Saya selalu menjalin relasi dengan berbagai pihak, membangun komunikasi dengan tokoh formal maupun informal. Dan pengalaman mengawal pesta demokrasi di wilayah Kota Yogyakarta dengan segala dinamika situasinya tentunya merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” ujar Wiyata yang pernah terjun di medan tempur seperti Aceh dan Papua.

Karena cukup “luwes” dalam berinteraksi, tak heran jika Wiyata banyak mendapat dukungan dari masyarakat, jajaran Forkopimda dan instansi lainnya yang menjadi mitra kerja Kodim. “Kondisi ini yang sangat memudahkan saya dalam menjalankan tugas pokok satuan,” tegas Wiyata yang lama bertugas di Kopassus ini.

Meski singkat, banyak hal yang dilakukan selama penugasan di Jogja seperti kegiatan bersih-bersih sungai dengan melibatkan personel Kodim, bakti sosial termasuk berbagai kegiatan selama berlangsungnya TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) beberapa waktu lalu. Sebenarnya masih banyak agenda yang hendak dilakukan termasuk melakukan road show ke sekolah-sekolah dengan tajuk Kodim 0734 Goes to School di mana tim Kodim akan sharing mengenai wawasan kebangsaan, nasionalisme kepada para pelajar. “Mingkin agenda itu bisa kami lakukan di tempat yang baru nanti,” ujar dia.