Terima Bansos Saat Jadi PPPK, ASN Gunungkidul Kembalikan Rp1,5 Juta
seorang ASN Gunungkidul mengembalikan Rp1,5 juta dana bansos PKH setelah anggota keluarganya diangkat menjadi PPPK penuh waktu.
Siswa membawa sajam ke sekolah/Twitter
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pelajar SMP berusia 14 tahun di Kecamatan Ngawen, Gunungkidul yang membawa senjata tajam celurit ke sekolah lantaran marah karena telepon selulernya disita guru, Jumat (5/9/2019) lalu mengaku menyesal atas perbuatannya.
Menurut dia, aksi tersebut dilakukan spontan karena kesal gawai yang dimiliki tak kunjung dikembalikan.
“Saya nyesel,” kata dia, Rabu (11/9/2019).
Menurut dia, peristiwa penyitaan terjadi pada Kamis (4/9/2019) saat dirinya bermain game free fire bersama-sama temannya di sekolah. Nahas, seusai bermain hanya dia yang terkena razia membawa gawai ke sekolah sehingga dilakukan penyitaan.
“Saya memang senang main game. Biasanya tidak membawa HP ke sekolah, tapi karena ingin bermain bersama teman maka saya membawa,” ungkapnya.
Dia pun mengakui, sehari setelah penyitaan sempat meminta ke guru di sekolah. Namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil karena proses pengambilan harus disertai dengan surat pernyataan dari orang tua. “Saya emosi pengin mengambil handphone [gawai] tapi tidak dikasih. Saya pulang trus membawa sabit ke sekolah agar HP dikembalikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
seorang ASN Gunungkidul mengembalikan Rp1,5 juta dana bansos PKH setelah anggota keluarganya diangkat menjadi PPPK penuh waktu.
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada Kamis, 5 November 2026, berawan hingga hujan ringan. Simak suhu dan kelembapan di lima kabupaten/kota.
Yenny Christin meraih penghargaan Perempuan Favorit Indonesia Creative 2026 berkat kiprahnya mengembangkan kerajinan berbasis kain lokal.
Baznas Kulonprogo memberikan beasiswa kepada 375 pelajar dan mahasiswa. Bantuan pendidikan mencapai Rp2 juta untuk setiap mahasiswa.
Penyadapan ilegal terancam 10 tahun penjara berdasarkan KUHP. Pengamat menjelaskan sanksi bagi penyadap komunikasi presiden dan tanggung jawab operator.
Rotasi Polda DIY berdasarkan Telegram Kapolri 2 November 2026 mengganti Kapolresta Jogjakarta dan Dirreskrimum. Ini nama pejabat barunya.