Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Tim Harian Jogja saat berkunjung di RS UII, beberapa waktu lalu/Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Rumah Sakit Universitas Islam (RS UII) yang berada di Jalan Srandakan, tepatnya di Dusun Gedongsari, Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak, Bantul akan beroperasi penuh pada 24 September mendatang. Salah satu program unggulan rumah sakit yang berada di bawah naungan Badan Wakaf UII tersebut adalah layanan kesehatan ibu dan anak.
Optimalisasi layanan kesehatan ibu dan anak di RS itu adalah dengan adanya poli terpadu serta medical check up anak yang memberikan pelayanan kesehatan secara komprehensif dan dikombinasikan dengan layanan psikologi anak.
Direktur Utama RS UII, Widodo Wirawan mengatakan keberadaan RS UII di Bantul tidak hanya mengedepankan aspek bisnis namun juga bersama Pemkab Bantul ikut membangun masyarakat Bantul dalam mengembangkan kesehatan dan peningkatan kesejahteraan dengan memperbaiki indikator kesehatan. Salah satu yang tengah digencarkan oleh Pemkab Bantul saat ini adalah pengurangan angka kematian ibu dan anak yang hingga kini diinilai masih cukup tinggi. “Tahap awal ini kami sinkronkan dengan program Pemkab yang menitikberatkan pada pelayanam kesehatan ibu dan anak,” kata Widodo, Rabu (18/9/2019).
Sejak soft launching pada Februari lalu sampai saat ini sudah ada 150 ibu yang melahirkan di RS UII dan semuanya selamat dalam kondisi baik. Selain poli terpadu tumbuh kembang anak, dalam melayani kesehatan ibu dan anak, RS UII menghadirkan tabungan perencanaan kehamilan dan anak.
Tabungan tersebut diperuntukan bagi ibu hamil yang akan melakukan persalinan di RS UII dan bayi yang dilahirkan mendapat vaksinasi, imuniasasi dan pemerisaan komprehensif lainnya. Dengan begitu pasien yang akan melahirkan di RS UII sudah bisa menabung saat usia kehamilan masih muda.
Tabungan itu juga bisa untuk membiayai layanan ksesehatan tumbuh kembang anak hingga usia lima tahun. “Hadirnya RS UII ini diharapkan semakin melengkapi fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Bantul dan tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan saja, Rumah Sakit UII juga turut serta dalam pemenuhan informasi bagi masyarakat mengenai kesehatan,” ujar Widodo.
Meski bangunan dan fasilitas RS UII terkesan mewah, bahkan lebih mewah dan lengkap dibanding rumah sakit bertaraf internasional di Jogja, namun secara tarif Widodo mengklaim lebih murah. “Misalnya perbandingan kelas rawat inap cukup Rp900.000 per malam, RS lain bisa mencapai Rp3,5 juta,” kata dia.
Direktur Keuangan dan Operasi RS UII, Bimo Wicaksono menambahkan sejak tujuh bulan beroperasi sudah ada 15.000 kunjungan, lebih dari 100 orang kunjungan dalam sehari untuk rawat jalan dan 25 orang rawat inap.
Dari jumlah kunjungan tersebut 80% adalah pasien pemegang kartu BPJS Kesehatan yang berobat umum, “Kami dalam proses kerja sama dengan BPJS,” kata dia. Sejauh ini pihaknya sudah bekerjasama dengan 26 perusahaan asuransi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.