Kulonprogo Punya Tim E-Sport

Sejumlah atlet e-sport Hanoman saat menghadiri peluncuran Hanoman e-sport di Nyempil Kopi, Kecamatan Wates, Sabtu (21 - 9).
22 September 2019 18:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Tingginya minat generasi muda Kulonprogo terhadap olahraga elektronik atau umum disebut e-sport kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten. Padahal, jenis olahraga ini sudah dipertandingkan di kancah nasional maupun internasional seperti Asian Games 2018 meski baru sebatas ekshibisi.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kini juga tengah menggodok keabsahan e-sport sebagai salah satu cabang olahraga resmi di bawah naungannya. Hal itulah yang melatarbelakangi lahirnya Hanoman E-sport, sebuah tim olahraga elektronik pertama di Kulonprogo. Tim berisikan para pemain gim semacam Player Unknown Battle Ground (PUBG), Free Fire dan Mobile Legend tersebut diresmikan pada Sabtu (21/9) malam.

Pembina Hanoman e-sport Fajar Gegana mengatakan e-sport di Kulonprogo memiliki peminat yang besar tetapi belum dianggap penting oleh sebagian masyarakat maupun pemerintah daerah. Sejumlah kalangan menilai e-sport hanya membawa dampak negatif tanpa melihat sisi positifnya.

Padahal, jika pemain gim dibina dan diarahkan dengan benar akan membawa manfaat seperti halnya olahraga lain. Pada gelaran Asian Games 2018 lalu misalnya, kontingen Indonesia atas nama Ridel Yasa, 16, berhasil meraih medali emas di cabang e-sport. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Oleh karena itu, hadirnya Hanoman, diharapkan menjadi wadah bagi atlet e-sport Kulonprogo untuk meraih prestasi. “Jadi bukan tidak mungkin ada generasi muda Kulonprogo yang bisa mengharumkan nama daerah bahkan Indonesia lewat olahraga ini,” kata Fajar dalam peluncuran Hanoman E-sport di Nyempil Kopi, Kecamatan Wates, Sabtu malam.

Lewat Hanoman, Fajar ingin membuktikan potensi atlet e-sport Kulonprogo tidak kalah dengan daerah lain. Para atlet juga diharapkan memiliki keberanian untuk bersaing dengan siapapun sesuai dengan sifat Hanoman yang pemberani.

CEO Hanoman Esport, Alfistya Mezna, mengatakan tim ini sejatinya sudah terbentuk sejak Agustus 2018. Sekarang ada sebanyak 64 atlet e-sport yang menjadi bagian tim tersebut. Puluhan atlet itu terbagi ke dalam tiga divisi, yaitu divisi untuk gim PUBG, Mobile Legend dan Free Fire.

Mengingat sudah berumur lebih dari satu tahun, banyak turnamen gim sudah diikuti oleh Hanoman. Terbaru, Hanoman berhasil memperoleh peringkat tiga dalam perlombaan gim Free Fire tingkat regional DIY beberapa waktu lalu. Sayangnya, prestasi yang mereka raih belum bisa mengikis stigma negatif masyarakat tentang e-sport.

Fajar menilai peran Pemkab diperlukan dalam pengembangan olahraga ini namun sampai sekarang peran itu tidak tampak. Pelbagai turnamen e-sport tingkat kabupaten lebih banyak digelar oleh komunitas.

Salah satu anggota Hanoman, Dewan Pangestu, 19, berharap dengan diresmikannya tim ini bisa jadi wadah bagi penyuka gim khususnya e-sport di Kulonprogo untuk mengembangkan bakat mereka hingga bisa meraih prestasi.