Lapangan Imogiri Kini Punya Pasar Malam

Salah satu sudut Weekend Night Market yang digelar di Lapangan Karangtalun, Kecamatan Imogiri, Bantul, belum lama ini. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
23 September 2019 22:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Lapangan Karangtalun atau sering disebut Alun-Alun Imogiri kian ramai sejak tiga tahun terakhir. Setelah ada sentra kuliner yang meramaikan kawasan tersebut setiap hari, di tempat itu juga kini ada Weekend Night Market, yakni event pasar malam yang hanya buka setiap akhir pekan.

Pengelola Taman Kuliner Lapangan Karangtalun Wafiatur Rafidah mengatakan Weekend Night Market buka setiap Sabtu dan Minggu, mulai dari sore hingga malam hari. Setidaknya ada 50 pedagang yang berjualan di event itu, di antaranya pedagang pakaian, kuliner, permainan, hingga klithikan (barang-barang bekas).

Dia menambahkan Weekend Night Market sebenarnya merupakan pengembangan dari Pasar Ramadan. Saat itu sejumlah warga dan pedagang kaki lima (PKL) sekitar Jalan Imogiri sering menjajakan dagangan saat sore sampai malam hari selama Ramadan.

Para pedagang menangkap kebiasaan tersebut, bahkan juga sempat digelar setiap Minggu pagi. Namun saat Minggu pagi, justru cenderung sepi, terutama saat tidak ada kegiatan apapun di Lapangan Karangtalun.

Sejauh ini, imbuh Wafi, baik pasar malam dan sentra kuliner tetap berjalan lancar. Khusus untuk pedagang pasar malam dibatasi maksimal sampai pukul 21.00 WIB.

Bahkan transaksi masing-masing pedagang dalam sehari terbilang lumayan. “Kalau ada kegiatan biasanya transaksi bisa mencapai Rp200.000-300.000 per pedagang. Tetapi kalau tidak ada kegiatan biasanya Rp100.000-200.000,” kata ujar Wafi, sapaan akrab Wafiatur Rafidah kepada Harianjogja.com, Senin (23/9).

Wafi yang juga pendamping UMKM di sekitar Karangtalun mengaku Lapangan Karangtalun memang mulai ramai sejak tiga tahun terakhir atau tepatnya setelah booming wisata di kawasan Mangunan dan Dlingo, Kecamatan Dlingo.

Pasar Minggu Pagi

Selain pasar malam, di Bantul juga akan ada pasar yang digelar setiap Minggu pagi (Sunday Morning) yang berlokasi di Jalan Tegalsari, Dusun Tegalsari, Donotirto, Kretek, Bantul. Rencananya Sunmor ini akan dibuka pada 13 Oktober nanti. Sunmor tersebut berlokasi tepat di bagian barat sentra kuliner Angkruksari yang dibangun Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul.

Ada 97 pedagang yang sudah mendaftar untuk ikut berdagang di Sanmor tersebut, yang sebagian besar adalah pedagang makanan dan minuman. “Selain menikmati kuliner kami juga akan menyediakan spot swafoto karena lokasi kanan kiri ada sawah, ada perlombaan juga nanti di area Sanmor,” kata Ketua Panitia Sunmor Angkruksari, Elin Sabrina.

Elin mengatakan ide menggelar Sunmor adalah Karangtaruna setempat yang ingin lebih banyak warga terberdayakan dengan ramainya kawasan kuliner Angkruksari. “Kami menggelar Sunmor dengan visi misi ingin meningkatkan perekonomian di Bantul selatan yaitu Kecamatan Kretek dan sekitarnya,” kata Elin.

Kasi Sarana dan Prasarana Disdag Bantul, Zona Paramita mengatakan adanya pasar malam di Lapangan karangtalun dan pasar Minggu pagi di sekitar Angkruksari merupakan inisiatif warga dan pemuda setempat. Dinasnya sangat mendukung keberadaan pasar tersebut sebagai bagian dari pemberdayaan warga.

Namun demikian pihaknya nanti perlu mengevaluasi tingkat keramaian pasar dan imbasnya terhadap sentra kuliner yang sudah ada lebih dulu dan dalam binaan Disdag Bantul. “Setelah sebulan berjalan nanti akan ada evaluasi,” kata Zona.