KLITHIH JOGJA: Geng Respect, Kelompok Pelajar yang Habisi Nyawa Egy Hermawan

Empat tersangka pembacokan yang mengakibatkan tewsnya Egy Hermawan ditetapkan tersangka, Selasa (24/9/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
24 September 2019 22:22 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Dendam antargeng ditengarai menjadi penyebab peristiwa pembacokan seorang pelajar di Kota Jogja pada Minggu (22/9/2019) lalu.

Polresta Jogja telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan dengan senjata tajam yang mengakibatkan Egy Hermawan, pelajar SMK 3 Jogja tewas pada Minggu (22/9/2019) lalu. Keempat tersangka ini adalah WH, NMA, PSP dan LK.

Kapolresta Jogja, Kombes Pol Armaini, mengatakan keempat tersangka ini merupakan eksekutor dalam penganiayaan itu. "Keempatnya memiliki peran penting, mereka duduk membonceng dan menjadi pelaku utama," ujarnya, Selasa (24/9/2019).

Penganiayaan ini merupakan kekerasan berbasis geng sekolah. Para pelaku tergabung dalam Geng Respect. Meski demikian, mereka tidak berasal dari satu sekolah yang sama. Keanggotaan geng bisa bersifat fleksibel sehingga memungkinkan siswa dari sekolah berbeda untuk bergabung.

Kombes Pol Armaini mengungkapkan, keempat tersangka ini sebelumnya juga pernah berurusan dengan polisi akibat tindakan kriminal. Pada 2017 NMA pernah ditangkap Polresta Jogja akibat ulahnya merusak motor. Pada tahun yang sama PSP pernah ditangkap karena melempar molotov ke tempat nongkrong geng SMA musuhnya.

LK tercatat pernah membacok orang juga, tapi tidak sampai tewas. Ketiganya tidak dihukum karena masih di bawah umur, sehingga kasusnya diversi. Sedangkan WH meski tidak sampai berbuat kriminal, ia juga pernah terkena razia polisi untuk pelajar yang berkeliaran di malam hari.