Kulonprogo Impor Bibit Sapi dari Kebumen

Ilustrasi sapi-sapi yang dipasarkan di Pasar Hewan Imogiri. Foto diambil beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
24 September 2019 08:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kulonprogo sedang menggalakkan program peningkatan jumlah sapi putih. Pada 2019, jawatan ini telah melakukan pengadaan bibit sapi putih dari Kebumen, Jawa Tengah.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Distanpangan Kulonprogo, Nur Syamsu Hidayat mengatakan Kebumen dipilih karena kualitas sapi putih di sana lebih baik dibandingkan daerah lain. Adapun jumlah bibit sapi putih yang bisa direalisasikan sebanyak 55 ekor. "Dari pengadaan 100 ekor yang kami usulkan, hanya disetujui 55 ekor saja, lainnya dicoret karena kendala anggaran," kata Nur Syamsu, Senin (23/9/2019).

Puluhan sapi putih ini kemudian diberikan kepada 11 kelompok ternak. Masing-masing kelompok mendapat lima ekor. Ke depan Distanpangan akan meminta laporan perkembangan kelahiran sapi tersebut setiap tahun, dengan target peningkatan populasi sapi putih di Kulonprogo.

Dia menjelaskan, alasan meningkatkan jumlah sapi putih karena peternak di Kulonprogo cenderung berminat memelihara sapi merah. Akibatnya populasi sapi putih lebih sedikit dibandingkan sapi merah.

Pada 2018 jumlah populasi sapi di Kulonprogo mencapai 18.300 ekor, dengan angka kebuntingan 15.000 ekor. Namun jenis sapi yang berkembang di Kulonprogo masih belum sesuai harapan. "Dari 18.300 ekor, 95 persen di antaranya merupakan sapi merah," ujarnya.

Peternak kata Nur, lebih suka memelihara sapi merah karena merupakan jenis pedaging dan pertumbuhannya cepat. Padahal, lanjutnya perawatan dan kualitas sapi putih lebih baik dibandingkan sapi merah.

"Sapi merah merupakan hewan sub tropis yang tidak cocok di Indonesia. Kalau musim kemarau seperti ini rawan, tidak bisa bunting," ujar Nur Syamsu.

Sebaliknya, sapi putih yang notabene merupakan sapi lokal lebih bersahabat dengan cuaca Indonesia. Kualitas sapi ini juga lebih bagus dan harga jual lebih mahal. "Sapi jenis ini lah yang cocok dijadikan indukan. Namun sayangnya, selain jumlahnya sedikit, sapi putih di Kulonprogo juga berbadan kecil. Tidak banyak indukan sapi putih berkualitas bagus di wilayah ini," ujarnya.

Sementara itu salah satu peternak sapi Kulonprogo, Marwanto, 36, yang tetap bertahan memelihara sapi putih mengaku betah merawat sapi jenis ini karena selain kualitasnya bagus, perawatan sapi putih juga lebih mudah daripada sapi merah.

 "Perawatannya relatif gampang, hanya dimandikan dua hari sekali, dijemur di bawah sinar matahari serta diberi makan yang bergizi," ujarnya. Tak hanya itu, niat Marwanto memelihara sapi putih juga bertujuan ingin turut serta dalam upaya peningkatan populasi sapi berkualitas di Kulonprogo.