Sapi 1 Ton Asal Gunungkidul Dibeli Presiden Prabowo untuk Kurban
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.
Ilustrasi siswa sekolah/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul mengembangkan program Gunungkidul Cerdas. Program yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan ini terselenggara bekerja sama dengan Google.
Di dalam layanan ini para siswa mendapatkan layanan pendidikan berbasis teknologi. Biasanya fasilitas ini hanya diberikan di sekolah elite dengan biaya per bulan mencapai belasan juta rupiah. Namun dalam program Gunungkidul Cerdas, layanan ini diberikan secara gratis.
Kepala Bidang SD Disdikpora Gunungkidul, Sumarto, mengatakan program Gunungkidul Cerdas terselenggara berkat kerja sama dengan Google. Di dalam program ini para siswa mendapatkan layanan pendidikan berbasis teknologi informasi. Dalam proses pembelajaran ini tidak mengenal tempat. Pasalnya, dengan teknologi komputerisasi ini, proses pembelajaran bisa dilakukan tanpa tatap muka. “Para siswa dan guru memiliki akun yang dimanfaatkan untuk pembelajaran bersama,” kata Sumarto kepada wartawan, Rabu (25/9/2019).
Menurut dia, program ini memiliki banyak keunggulan karena guru yang dihadirkan tidak hanya dari satu sekolah. “Guru dari sekolah lain juga bisa ikut mengajar melalui teleconference,” katanya.
Metode pembelajaran berbasis teknologi ini sudah banyak diterapkan di sekolah swasta dengan biaya mencapai Rp5juta hingga Rp16 juta per bulan. Namun untuk Gunungkidul layanan diberikan secara gratis. Hanya, kata Sumarto, untuk sementara program ini baru diterapkan di SMP Negeri I Karangmojo, SD Negeri 1 Wonosari dan SMA Negeri 1 Playen.
Rencananya program ini diluncurkan secara resmi pada 7 Oktober 2019. Pada 2020 Disdikpora Gunungkidul mengirimkan 200 guru untuk mengikuti tes level internasional dalam program ini. “Setelah diluncurkan resmi ada 30 sekolah yang menerapkan. Kami juga menargetkan di 2023 seluruh sekolah menerapkan teknologi ini,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Badingah, menyambut baik program Gunungkidul Cerdas yang digagas Disdikpora. Program ini menjadi salah satu program unggulan dalam pengembangan smart city di Bumi Handayani. “Selain program Gunungkidul Cerdas, kami juga memiliki program unggulan lain yakni Ayundya Si Menik Makan Sego Ceting yang berkaitan dengan pencegahan pernikahan dini dan stunting,” kata Badingah. Dia berharap melalui program ini bisa meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya di manusia di Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.
Van Gastel soroti laga tanpa penonton di Liga Indonesia, sambil menikmati musim perdana bersama PSIM Jogja.