Serunya Ngopi Gratis Sepanjang Malam di Malioboro

Salah seorang barista menyiapkan kopi di acara Malioboro Coffe Night, Rabu (2/10/2019) malam. - Rofik Syarif G.P
03 Oktober 2019 14:42 WIB Rofik Syarif G.P Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Malioboro Coffee Night kembali hadir tahun ini. Kali ini event yang merupakan ajang pesta bagi para penikmat kopi itu digelar di tiga lokasi yaitu Loko Coffe Shop, Malioboro Mall dan sisi sekitar gerbang barat kompleks Kepatihan, Rabu (2/10/2019) malam.

Ketua Panita Malioboro Coffee Night Anggi Dita mengatakan acara itu digelar untuk mempertemukan para penikmat dan pegiat kopi se-Indonesia, baik pegiat kopi dari hulu hingga hilir. Malioboro Coffee Night merupakan acara untuk memperingati Hari Kopi Internasional, Hari Batik Nasional serta Hari Ulang Tahun ke-263 Kota Jogja. Acara ini digagas oleh Komunitas Kopi Nusantara yang didukung penuh oleh Pemkot Jogja,” ucap Anggi, saat ditemui di lokasi, Rabu malam.

Dalam acara yang rangkaiannya sudah digelar sejak Rabu (30/9/2019) itu, tercatat ada 110 tenant pegiat kopi Nusantara yang hadir dari beberapa daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Dari jumlah itu, tercatat ada 60 tenant ditempati oleh pegiat kopi dari Jogja.

Jika pada Malioboro Coffee Night tahun lalu, kopi gratis yang dibagikan ke pengunjung jumlahnya 26.200 cup, sesuai dengan HUT ke-262 Kota Jogja saat itu, kali ini kopi yang dibagikan, jumlahnya tak terbatas.

Kopi gratis yang dibagikan pada puncak perayaan kali ini juga lebih beragam, mewakili berbagai citarasa khas kopi Nusantara, seperti kopi arabika dari Pegunungan Bintang, Papua; kopi robusta Lampung; kopi robusta dari Temanggung; kopi liberika dari Pati, serta kopi khas Jawa Timur.

Selain ada festival kopi Nusantara, Malioboro Coffee Night juga dimeriahkan berbagai penampilan dari musisi Jogja seperti grup band Langit Sore, dan Perahu Karet.

Salah satu peserta Malioboro Coffee Night mengaku acara tahun ini terbilang agak sepi. Antusiasme masyarakat, kata dia, sedikit berkurang ketimbang dua kali gelaran Malioboro Coffee Night sebelumnya.

Dia menduga sepinya pengunjung itu disebabkan pelaksanaan Malioboro Coffee Night tidak dilakukan di hari libur seperti tahun seblumnya. “Itulah, untuk tahun depan, kami harap acara ini diselenggarakan di hari-hari libur. Kalau di hari-hari kerja masyarakat yang datang tidak terlalu banyak,” ucap Mandala.

Toni, warga Bantul yang datang di acara Malioboro Coffe Night mengatakan acara tersebut cukup menarik serta bisa menjadi tempat untuk ngopi bersama teman-teman. “Malioboro Coffe Night harusnya dapat terus diselenggarakan setiap tahun dan untuk acara dapat ditingkatkan lagi agar lebih meriah,” ucap dia saat ditemui di kawasan Malioboro.