Tak Ada Sosialisasi ke Warga, Patok Proyek Jalur Kereta Jogja-Borobudur-Semarang Dicabuti Petani

Kepala Dukuh Ngentak, Desa Margoluwih, Kecamatan Seyegan, Sleman, Suwardi menunjukkan patok bambu yang ada di lahan sawah milik warga di dusun Ngentak Desa Margoluwih Kecamatan Seyegan, Sleman, Senin (7/10/2019). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
07 Oktober 2019 19:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Patok batas tanah terkait dengan proyek jalur kereta api Jogja-Borobudur-Semarang di Sleman dicabut masyarakat.

Kepala Dukuh Ngentak, Desa Margoluwih, Kecamatan Seyegan, Sleman, Suwardi mengatakan jika patok yang berada di pinggir jalan di dusunnya total ada dua. "Namun, kalau di persawahan itu lumayan banyak, karena tidak ada sosialisasi akhirnya dicabuti oleh petani," ujar Suwardi kepada Harianjogja.com, Senin (7/10/2019).

Suwardi mengatakan, jika ia juga belum bisa berkomentar banyak karena memang belum ada informasi maupun sosialisasi mengenai patuk dari Ditjen Perkeretaapian yang ada di wilayahnya. "Terus terang belum bisa bicara yang jelas karena belum ada sosialisasi dari pemerintah desa ke warga masyarakat," ungkapnya.

Adapun, warga di dusun Ngentak Desa Margoluwih Kecamatan Seyegan Sleman berjumlah 167 KK.

Kasi pemerintahan desa Margoluwih Kardiono membenarkan patok yang dipasnag tersebut terkait dengan proyek jalur kereta Jogja-Borobudur-Semarang.