Rencana Pelarangan Minyak Goreng Curah, Ini Persiapan Pemkab Sleman

Pedagang sedang menyalurkan minyak goreng curah dari drum kedalam botol plastik. - Solopos/Sunaryo Haryo Bayu
09 Oktober 2019 05:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Dinas perdagangan kabupaten Sleman menyatakan terkait dengan pelarangan minyak goreng curah yang rencananya akan diberlakukan mulai awal tahun depan masih akan menunggu regulasi yang akan diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan melarang peredaran minyak curah per 1 Januari 2020 karena dianggap tidak higienis dan sehat.

"Kami tunggu dulu nanti aturannya seperti apa. Kalau kebutuhan, kami belum pernah menghitung, karena minyak goreng bukan termasuk barang dalam pengawasan," ujar Kepala Disperindag kabupaten Sleman Tri Endah, Selasa (8/10/2019).

Tri Endah mengatakan, kebutuhan minyak goreng di wilayah Sleman dikategorikan banyak imbas dari masifnya industri makanan yang terdapat di Kabupaten Sleman.

Kendati demikian, penggunaan minyak goreng di kalangan masyarakat Sleman sebagian besar sudah menggunakan minyak goreng dalam kemasan. "Untuk yang ada di pasar di Sleman pasokan dari beberapa distributor yang ada di wilayah DIY termasuk 2 di antaranya yang berlokasi di Sleman," paparnya.

Senada dengan Tri Endah, Kasi Distribusi dan Pemasaran Disperindag Kabupaten Sleman Fitriana Nurhayati mengatakan jika terkait dengan pelarangan minyak goreng curah pihaknya masih menunggu kebijakan dari pusat.

Fitri mengatakan, penggunaan minyak di kalangan masyarakat kabupaten Sleman sebagian besar sudah dalam bentuk kemasan. "Sementara untuk data angka jumlah pastinya sampai dengan saat ini kami masih belum memiliki," tutupnya.