Kemampuan Bahasa dan Sastra Jawa untuk Perangkat Desa Terus Digenjot

Salah seorang pamong desa saat mengikuti Lomba Pranatacara tingkat Kabupaten Gunungkidul di Bangsal Sewokoprojo, Kamis (10/10/2019). - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi
10 Oktober 2019 20:27 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kebudayaan Gunungkidul mendorong peningkatan kemampuan berbahasa dan sastra Jawa bagi perangkat desa atau pamong di seluruh wilayah Gunungkidul. Salah satu upaya peningkatan itu dibingkai melalui kegiatan Lomba Pranatacara tingkat Kabupaten Gunungkidul di Bangsal Sewokoprojo, Kamis (10/10/2019).

Kabid Sejarah Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Sigit Pramudianto, mengatakan setiap regu di masing-masing kecamatan yang telah mendaftar diberikan pelatihan dan bimbingan teknis selama tiga hari oleh pakar-pakar yang berkompeten, sehingga serapan ilmu yang didapatkan berasal dari orang-orang yang berpengalaman.

Dijelaskan Sigit, persentasi perangkat desa di Gunungkidul yang belum piawai dalam bahasa dan sastra Jawa cukup tinggi. Padahal, sebagai wakil sekaligus tokoh masyarakat mereka dituntut harus turut aktif dalam seluruh kegiatan yang dilakukan oleh warga.

“Perangkat desa menjadi tokoh masyarakat di desanya, jadi kalau tidak siap dan belum mengetahui pranatacara maka dia tidak bisa menjadi paraga dalam berbagai acara seperti pernikahan,” kata Sigit saat ditemui Harian Jogja, Kamis (10/10).

Disbud, menurut Sigit, menginginkan agar tokoh masyarakat bisa turut andil dan berkiprah di seluruh kegiatan desa, salah satunya menjadi pranatacara. “Kami ingin melakukan kaderisasi, jadi perangkat desa yang baru yang rata-rata berusia muda harus bisa tampil dan ikut berkiprah dengan adat dan tradisi di desanya, sehingga ikut melestarikan bahasa dan sastra Jawa,” kata dia.

Ia menambahkan untuk mengaplikasikan ilmu yang diserap dalam pelatihan, Disbud menggelar lomba yang bertujuan menguji kemampuan para perangkat desa untuk berbicara di hadapan umum sebelum benar-benar terjun di masyarakat. “Lomba kami gelar dua hari yakni Kamis dan Jumat [10-11/10],” kata dia.

Salah seorang perangkat Desa Siraman, Kecamatan Wonosari, Ahmad Nur Huda, mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Disbud Gunungkidul. Menurutnya kegiatan tersebut sangat bagus dalam meningkatkan kepiawaian para perangkat desa yang baru dalam menggunakan bahasa dan sastra Jawa. “Kegiatan ini bisa menjadi media bagi kami untuk bisa belajar berbahasa dan bersastra Jawa dengan baik,” kata dia.