Warmindo di Jogja Diminta Pilah Sampahnya

Foto ilustrasi. - Harian Jogja/Lugas Subarkah
11 Oktober 2019 05:57 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Kecamatan Umbulharjo menjadi proyek percontohan dari program Green Warmindo. Hal ini dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah plastik di wilayah Kota Jogja.

Camat Umbulharjo Rumpis Trimintarta mengatakan program tersebut bagian dari gandeng gendong yang dicanangkan oleh Pemkot Jogja. Program Green Warmindo tersebut baru pertama kali digelar di wilayah Jogja.

"Program ini baru diterapkan di empat kelurahan yakni Pandeyan, Warungboto, Mujamuju, dan Tahunan," katanya kepada Harianjogja.com, Kamis (10/10/2019).

Pada tahap pertama ini, terdapat 44 warung makan yang mengikuti program ini. Pengelola warung diwajibkan memilah sampah-sampah yang bisa didaur ulang dan disetorkan ke bank sampah terdekat. Dari pengumpulan sampah tersebut, pemilik warung akan mendapat kompensasi rupiah di jangka waktu tertentu.

"Kompensasi bisa sebulan sekali, atau setahun sekali, sesuai kesepakatan dengan bank sampah. Program ini ikut membantu menurunkan volume sampah, khususnya plastik dari warung-warung makan itu," ujar Rampis.

Meskipun baru menyasar pemilik Warmindo di empat kelurahan, katanya, tidak menutup kemungkinan tahun depan akan dikembangkan di seluruh kelurahan se Umbulharjo.

"Mereka bisa bekerjasama dengan bank-bank sampah di masing-masing kelurahan untuk mengurangi sampah. Semoga ide ini diikuti oleh korporasi lainnya," harap Rumpis.

Kepala Seksi Pengurangan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Jogja Faizah mengatakan setiap korporasi sebenarnya memiliki kewajiban untuk mengelola sampahnya. Namun hanya sedikit korporasi yang melakukan pendampingan.

"Green Warmindo ini sebuah terobosan. Kami berharap ke depan bisa diterapkan ke warung lainnya. Sebab berdasarkan aturan, penghasil [korporasi] harus mengelola sampah pastinya," kata dia.

Hanya saja, kata dia, ada yang masih perlu diperhatikan. Satu kilogram bungkus indomie itu jumlahnya 650 lembar. Padahal harga sekilonya hanya Rp500. Agar bisa memberikan nilai lebih, katanya, maka pemilahan sampah yang disetor ke bank sampah tidak hanya kemasan plastiknya tetapi juga sampah lainnya. Seperti kardus, kaleng sarden hingga botol air mineral.

"Kami berharap masing masing usaha kuliner bisa bekerjasama dengan 475 bank sampah di Jogja untuk ikut menanggulangi masalah salah ini," katanya.