Muslim United #2 Resmi Pindah ke Masjid Jogokariyan

Pengumuman pemindahan tempat Muslim United 2. - Instagram/@muslimunited.official
12 Oktober 2019 14:00 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Panitia Muslim United #2 secara resmi mengumumkan pemindahan venue acara ke Masjid Jogokariyan dari sebelumnya di Masjid Gede Kauman, Sabtu (12/11/2019).

Pengumuman itu secara resmi disampaikan melalui akun instagram @muslimunited.official. Dalam keterangan tertulis itu dinyatakan, bahwa acara tersebut dipindah ke Masjid Jogokariyan mulai Sabtu (12/10/2019) sore pukul 15.00 WIB.

“RILIS RESMI MUSLIM UNITED #2 Dengan mengharap ridho Allah dan berdasarkan keputusan bersama antara FUI DIY, Takmir Masjid Gedhe Kauman dan Official Crew Muslim United #2 maka Muslim United #2 mulai sore ini tanggal 12/10/2019 jam 15.00 WIB akan berlangsung di Masjid Jogokariyan Yogyakarta.. Statement, isu, berita, dan lain-lain yang tidak berasal dari @muslimunited.official #2 bukan tanggung jawab kami!. Alhamdulillah, Tetap Sedulur Saklawase!,” tulis akun @muslimunited.official, Sabtu (12/10/2019).

Masjid Jogokariyan melalui akun resminya juga menyatakan kesiapannya untuk menjadi tempat acara Muslim United #2. “Selamat Datang Para Sedulur di Masjid Jogokariyan #sedulurselawase,” tulis akun @masjidjogokariyan dengan mengunggah pamlet Muslim United #2.

Rangkaian Muslim United #2 masih sempat berjalan pada Jumat (11/10/2019), di Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja pada Jumat (11/10/2019). Kemudian panitia mengumumkan pemindahan pada Sabtu (12/10/2019).

Sebelumnya Kraton Jogja menegaskan menolak acara itu digelar di Masjid Gedhe Kauman. Penghageng Tepas Tandha Yekti Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu mengatakan berdasarkan dua surat yang dikeluarkan oleh pihak Keraton terkait izin kegiatan Muslim United tersebut. "Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat sampai sekarang masih berpegang pada dua surat Penghageng yang dikirim kepada panitia acara," katanya, Selasa (8/10/2019).

Ungkapan tersebut juga ditulis Hayu di akun Twitternya, @gkrhayu. Penegasan tersebut disampaikan Hayu untuk menepis isu-isu yang berkembang di masyarakat terkait kegiatan Muslim United yang digelar pada 11, 12 dan 13 Oktober itu. Apalagi saat ini baliho dan tenda-tenda sudah didirikan oleh pihak panitia di sekitar Masjid Gedhe. Panitia tidak mengindahkan dua surat yang dikeluarkan oleh pihak Kraton.

"Tidak ada 'katanya boleh', atau 'sudah rembugan dengan Kraton'. Kagungan Dalem Masjid Gedhe adalah kagungan Kraton, bukan kagungan panitia," tegas Hayu.

Dia menyesalkan sikap panitia pelaksana Muslim United yang keukeh tetap menggelar kegiatan tersebut di Masjid Gedhe meskipun sudah tidak diizinkan oleh pihak Keraton. "Nggak tahu juga [alasan panitia apa?] bukannya trus cari venue baru [tapi tetap di Masjid Gedhe]. Kalau kami sih jelas sudah ada dua surat itu, kalau cuma berbekal 'katanya' ya susah," kata Hayu kepada Harianjogja.com.