3 Anak Rendra Baca Puisi Ayahnya

Ilustrasi. - Harian Jogja
13 Oktober 2019 17:37 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Puisi-puisi karya penyair WS Rendra bakal dibacakan dalam acara Sastra Bulan Purnama yang digelar di Amphiteater Tembi Rumah Budaya, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Rabu (16/10/2019) malam. Uniknya, puisi-puisi penyair yang dijuluki Si Burung Merak itu akan dibacakan oleh tiga orang anak WS Rendra.

Koordinator Sastra Bulan Purnama Ons Untoro mengatakan ketiga anak WS Rendra yang akan tampil dalam Sastra Bulan Purnama kali ini, masing-masing adalah Theodorys Setya Nugroho, Clara Sinta, dan Rachel Saraswati. Dari ketiga anak Rendra itu, kata Ons, hanya Rachel Saraswati yang saat ini berdomisili di Jogja. “Sedangkan Tedy Rendra [Theodorys Setya Nugroho] tinggal di Bali dan Clara Sinta tinggal di Jakarta,” ucap Ons kepada Harianjogja.com, Minggu (13/10/2019).

Ons mengatakan, karya-karya Rendra sudah banyak diterbitkan, bahkan tak sedikit pula diterbitkan ulang oleh penerbit yang berbeda-beda. Puisi-puisi Rendra yang pun sering dibacakan dalam acara sastra oleh generasi yang berbeda, bahkan dibacakan oleh generasi milenial.

Itulah sebabnya Sastra Bulan Purnama yang kali ini sudah memasuki edisi ke-97 tersebut sengaja menghadirkan anak-anak Si Burung Merak untuk tampil membawakan puisi ayah mereka. “Anak-anaknya bahkan jarang sekali tampil di depan publik membacakan karya ayah mereka sendiri. Di acara inilah kami kumpulkan mereka, meski tidak semuanya bisa hadir,” ucap dia.

Dalam Sastra Bulan Purnama yang kali ini mengambil tajuk Menapaki Jejak Rendra: Anak-anak Rendra Membaca Puisi Bapaknya tersebut, selain ketiga anak Rendra, aktor senior dari Jogja, Landung Simatupang, juga akan ikut membacakan puisi Rendra. Selain itu, penyair Jogja Untung Basuki juga tak mau kalah, bakal mengadaptasi tiga puisi Rendra ke dalam sebuah karya lagu.

Ketua Yayasan Rumah Budaya Tembi, N Nuranto mengatakan Rendra merupakan aset, bukan saja aset bagi keluarga, tetapi juga bagi kesusastraan Indonesia. Karya-karya Rendra banyak diterbitkan, dan terus diterbitkan. Oleh sebab itu karena itu perlu dikelola.

Anak sulung Rendra Theodorys Setya Nugroho atau yang biasa disapa Tedy Rendra mengaku sejak kecil sudah ikut jejak ayahnya bergulat di dunia kesenian melalui Bengkel Teater. Dia mengaku banyak belajar dari Rendra, baik sebagai seorang ayah maupun sebagai sastrawan. “Papa, bagi saya sosok yang lengkap. Seorang guru laku hidup yang sejati,” ucap dia.