Puluhan Siswa SD Dilatih Jadi Apoteker Cilik

Puluhan siswa mengikuti Apocil di SD Muhammadiyah Mutihan, Wates, Sabtu (12/10/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
13 Oktober 2019 02:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES - Sebanyak 86 siswa kelas V dan VI sekolah dasar Muhammadiyah Mutihan, Wates mendapat pelatihan Apoteker Cilik (Apocil), dari para apoteker profesional yang tergabung dalam Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Kulonprogo, Sabtu (12/10/2019). Kegiatan ini merupakan rangkaian Hari Apoteker Sedunia yang diperingati tiap 25 September.

Ketua IAI Kulonprogo, Tri Lestari, menerangkan anak-anak yang ikut acara ini diberi gambaran mengenai profesi apoteker. Peserta dijelaskan tentang apoteker yang merupakan salah satu bagian dari tim pelayanan kesehatan profesional yang bekerja, baik di rumah sakit atau industri farmasi.

Para peserta juga mendapat materi tentang pelayanan kefarmasian hingga tata cara memperlakukan obat dengan baik dan benar. Mulai penyimpanan, penggunaan hingga pembuangan obat dijelaskan secara rinci agar anak-anak tidak menyalahgunakan obat-obatan. Agar tidak bosan, anak-anak juga diajak mengikuti sejumlah permainan interaktif tentang wawasan obat.

"Ada beberapa materi yang diharapkan bisa dipahami oleh anak-anak, mulai dari penggunaan obat sesuai pengawasan orang tua, jangan berbagi obat dengan orang lain, menyimpan obat dalam wadah asli, hingga ke cara membuang obat," ujar Tri di sela-sela acara, Sabtu pagi.

Tri mengatakan kegiatan ini dilakukan serentak oleh pengurus IAI di seluruh Indonesia. Target jumlah peserta minimal 500.000 siswa. Jika dapat memenuhi jumlah itu, IAI akan mendaftarkan kegiatan ini ke Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai kegiatan dengan jumlah peserta terbanyak.

"Kita lakukan serempak di seluruh Indonesia, tiap pengurus cabang ditargetkan minimal 50 siswa, yang kemudian kegiatan ini disiarkan juga live IG jam 08.00-11.00 WIB," terangnya.

Zahrotun Nisa, salah satu peserta Apocil mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini. Selain bisa lebih memahami profesi apoteker, Nisa jadi tahu dalam penggunaan obat tidak boleh sembarang.

"Tadi diajari cara menyimpan obat, harus di kotak yang memang khusus untuk obat, tidak boleh asal, dan jangan berbagai obat sembarangan," kata siswa kelas V itu.