Advertisement
Merasa Mampu, Warga Penerima PKH Asal Siyono Mundur
Warga mengantri mengambil dana Program Keluarga Harapan (PKH). - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang penerima program keluarga harapan (PKH) bernama Siti Tresnowati, warga Dusun Siyono Kidul, RT44/RW08, Desa Logandeng, Kecamatan Playen, secara sukarela mundur dari keanggotaan penerima manfaat PKH dari pemerintah, belum lama ini.
Siti mundur karena merasa sudah tak berhak menerima bantuan tersebut. Bantuan yang selama tiga tahun diterima kini telah mampu mengubah dan membuat ekonomi keluarganya meningkat. "Alhamdulillah selama bantuan PKH saya bisa menggunakan uangnya untuk modal usaha kecil-kecilan," kata Siti saat ditemui Harian Jogja, Rabu (16/10/2019).
Advertisement
Sebelum menerima PKH, keluarga Siti masuk kategori keluarga kurang mampu. Namun, setelah beberapa tahun menerima bantuan, secara berangsur ekonomi keluarganya semakin meningkat.
Ia menuturkan bantuan PKH selama ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, ia menyisihkan sedikit demi sedikit untuk keperluan modal usaha di bidang konveksi. Akhirnya, Siti berhasil membeli dua mesin jahit untuk memulai usahanya.
Setelah merasa cukup, Siti memilih mundur dari program PKH. Dia beralasan ingin memberikan kesempatan warga lainnya untuk menerima bantuan pemerintah itu. Ia berharap agar warga yang masih menerima agar memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya.
Koordinator Pendamping PKH Desa Logandeng dan Desa Getas, Kecamatan Playen, Andani Ratna Setiawan, menuturkan Siti merupakan salah satu keluarga penerima PKH yang bisa berjuang menuju kesejahteraan. Siti merupakan salah satu dari 245 penerima PKH yang didampinginya. ”Dia bisa mandiri dan kemudian keluar secara sukarela," kata dia.
Andani menuturkan setiap anggota memiliki jadwal untuk menggelar Family Development Session (FDS). Kegiatan tersebut digunakan para pendamping untuk membimbing dan memberikan motivasi kepada para penerima PKH demi kesejahteraan bersama. "Setiap bulan kami menggelar pertemuan. Kami memberikan pengarahan tentang pendidikan keluarga dan memberikan motifasi bagi para penerima PKH untuk sukarela mengundurkan diri jika merasa sudah mampu," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Prabowo Subianto Ultimatum Lembaga Penegak Hukum untuk Berbenah Diri
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Kunjungan di Breksi Diperkirakan Tak Seramai Tahun Lalu
- Ingin Berlibur ke Solo tanpa Macet, Cek Jadwal KRL Minggu 22 Maret
- Catat bagi Warga Soloraya, Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 22 Maret 2026
- Ingin Balik setelah Lebaran di Jogja, Ini Jadwal KA Bandara YIA
- Jadwal KA Prameks Rute Kutoarjo-Jogja Minggu 22 Maret 2026
Advertisement
Advertisement







