Perpusdes Diharap Jadi Tingkatkan Kualitas SDM

Ilustrasi Pojok Baca Casandra, di selter Perpustakaan Kota Jogja Pevita, Jalan Mayjen Sutoyo, Senin (1/7/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
16 Oktober 2019 09:17 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Keberadaan perpustakaan desa (Perpusdes) di masyarakat diharapkan tidak sekadar jadi tempat pinjam-meminjam buku. Namun, dampaknya bisa lebih besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Perpustakaan itu image-nya jangan cuma buat pinjam buku, tapi harus mentransformasi masyarakat," ujar Sarjana, Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kulonprogo, Selasa (15/10/2019).

Meski begitu, hingga saat ini belum semua desa mengganggarkan dananya untuk pengembangan perpustakaan desa. Dari data Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kulonprogo sebanyak 54% desa di Kulonprogo belum menganggarkan perpustakaan desa.

Sarjana menyebutkan, dari tinjauannya di lapangan rata-rata faktornya ialah karena desa belum memasukkan perpustakaan desa ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). "Jadi tidak serta merta bisa mengubah penganggaran karena masuk RPJMDes saja belum," ujarnya.

Saat ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sedang menyusun draf rancangan peraturan bupati mengenai hal ini. "Langkah kami yaitu melakukan pendampingan dan mendorong desa-desa untuk menganggarkan dana bagi perpus desa," kata dia.

Pendampingan itu salah satunya supaya perpustakaan desa memiliki fasilitas yang lengkap, tak hanya koleksi dan rak buku, melainkan juga fasilitas wifi supaya bisa diakses seluruh masyarakat.

"Selain itu dengan adanya perpustakaan desa itu bisa jadi sarana pencarian informasi bagi masyarakat, misalnya mengadakan pelatihan posyandu, dan lainnya. Jadi nggak cuma pinjam buku, tapi ada peningkatan kualitas SDM," tegasnya.

Hal itu dilihatnya karena masyarakat saat ini masih sulit untuk diajak membaca buku. Sehingga kegiatan lain di luar membaca buku diharap bisa menarik kunjungan ke perpustakaan desa.