Dosen STIM YKPN Berlatih Menulis di Jurnal Internasional

Pemateri dan peserta pelatihan penulisan jurnal STIM YKPN, berfoto bersama beberapa waktu lalu. - Ist/STIM YKPN
29 Oktober 2019 07:37 WIB MediaDigital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Profesionalisme dosen merupakan salah satu tolok ukur dalam sistem penjaminan mutu akademik. Salah satu bentuk profesionalisme adalah lahirnya karya akademik dari kalangan dosen, yang ditulis di jurnal berkelas internasional.

Guna meningkatkan profesionalisme dosen, Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Yayasan Keluarga Pahlawan Negara (STIM YKPN) Jogja, menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan penulisan paper di jurnal terindeks Scopus. Pelatihan ini menghadirkan Jumintono, sebagai narasumber dari Rumah Scopus. Pelatihan digelar Jumat (25/10/2019) lalu, sehari penuh. Pada acara pelatihan itu Ketua STIM YKPN, Suparmono, menyatakan profesionalisme dosen tidak hanya ditunjukkan saat pembelajaran di kelas, meneliti dan melakukan kegiatan pengabdian ke masyarakat.

“Saat ini tuntutan profesionalisme tidak hanya melalui sejumlah kegiatan tersebut, tetapi juga menulis di jurnal internasional yang diakui oleh dunia akademik secara global, salah satunya adalah jurnal terindeks Scopus,” kata suparmono, melalui rilis Senin (28/10/2019).

Jumintono dalam pemaparan materi menyampaikan pentingnya artikel-artikel dosen yang diterbitkan ke jurnal-jurnal internasional terindek Scopus. Adapun dalam pelatihan kali ini Jumintono, menyampaikan metode dalam penulisan artikel yang dapat diterima di jurnal terindek Scopus.

Beberapa persyaratan yang ditekankan antara lain; menggunakan Microsoft Word, adanya Internet dengan kapasitas yang tinggi, bisa akses ke Scopus.com, Elsevier.com, memiliki program Mendeley, SciHub dan Gramarly yang terinstal ke komputer, mampu berbahasa Inggris meskipun terbatas, bisa mengkases Researcher, Scimago dan melakukan research collaborator.

“Rumah Scopus siap mendampingi dosen-dosen STIM YKPN yang akan melakukan penulisan artikel ke jurnal internasional terindeks Scopus,” kata Jumintono. (*)