Siswa SMAN 1 Jogja Terbitkan Buku Antologi Esai

Peluncuran perdana buku Antologi Esai Multidimensi Sudut Pandang Siswa, pada Selasa (29/10/2019) pagi. - Harian Jogja/Fitriatul Choiriyah (M129)
29 Oktober 2019 23:17 WIB Fitriatul Choiriyah (M129) Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- SMAN 1 Jogja menggelar festival literasi dan peluncuran buku antologi esai berjudul Multidimensi Sudut Pandang Siswa, Selasa (29/10/2019). Buku tersebut merupakan karya siswa sekolah tersebut.

Buku tersebut memuat tulisan-tulisan esai para siswa selama 2019. Terlampir sebanyak 24 karya siswa dalam buku antologi esai. Buku ini tidak diperjualbelikan.

Pengawas Pembina Siswa di SMAN 1 Jogja, Reni Herawati, menyatakan penerbitan buku itu merupakai pencapaian terkait dengan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), khususnya berkaitan dengan membaca dan menulis. "Semoga tulisan mereka menjadi inspirasi dan motivasi bagi teman-teman lainnya di SMA Negeri 1 Jogja, bahkan bagi para pelajar di Kota Jogja,” kata Reni Herawati, Selasa.

Ia mengapresiasi para anak muda yang menulis buku ini. Alasannya kata dia, para siswa itu telah memilih jalan yang benar untuk mengasah daya kritis mereka. "Inilah esensi pendidikan yang ingin kami wujudkan, dengan menggiatkan budaya literasi yang semakin mengakar dalam diri para pelajar Kota Jogja, agar predikat Kota Jogja sebagai kota pendidikan tidak pudar,” kata dia.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Penelitian dan Pengembangan SMAN 1 Jogja, Sarno R Sudibyo, mengatakan sejak 2016 SMAN 1 Jogja telah ditunjuk sebagai sekolah perintis literasi. Di sekolah ini ada kebiasaan membaca selama 15 menit yang dilakukan para siswa dan guru, sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Ia mengatakan ada berbagai macam buku yang telah ditulis oleh siswa SMAN 1 Jogja, baik buku fiksi maupun nonfiksi. Penerbitan karya siswa merupakan wujud dari pembelajaran literasi. Dikatakannya ada berbagai macam tahap literasi di antaranya literasi pembiasaan, pengembangan dan pembelajaran. "Wujud dari literasi pembelajaran yaitu mewujudkan karya siswa dari hasil membaca dan menulis, dengan cara menerbitkan karya-karya siswa tersebut", kata Sarno yang juga pembina literasi di SMAN 1 Jogja.