Kesaksian Siswa, Begini Kronologi Kebakaran Hebat di SMAN 1 Jogja

Penampakan ruang Karya Ilmiah Remaja (KIR) pasca-terbakar pada, Jumat (4/10/2019) pagi. - Harian Jogja/Dyah Febriyani
04 Oktober 2019 18:17 WIB Dyah Febriyani (M130) Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Kebakaran kembali terjadi di Kota Jogja pekan ini. Kali ini kebakaran terjadi di SMAN 1 Teladan Yogyakarta. Sebanyak tiga ruang ekstrakulikuler siswa hangus terbakar pada, Jumat (4/10/2019) pagi tadi.

"saya datang ke sekolah pukul 06.30 WIB api sudah besar," ungkap Dimas,16, siswa kelas 11 SMA N 1 Teladan. Ia mendeskripsikan keadaan saat salah satu gedung di sekolahnya terbakar. Ruangan, kata dia sudah tidak bisa dimasuki, dikarenakan api yang sudah membesar.

Menurut Dimas, gedung yang terbakar merupakan ruang ekstrakulikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) yang berada di sebelah lapangan basket. Ruang itu berdampingan dengan ruang ekstrakulikuler Pramuka, dan juga ruang ekstrakulikuler Palang Merah Remaja (PMR).

Awal kejadian berasal dari ruang KIR Siswa yang mengeluarkan asap pukul 06.30 WIB dan akhirnya keluar api Sekitar Pukul 06.45 WIB dan berhasil Dipadamkan pada pukul 07.30 WIB oleh Damkar, masyarakat, polisi, TNI, serta serta Siswa SMAN 1 Jogja.

Kebakaran terjadi dikarenakan ada korseleting listrik pada benda elektronik di ruang itu. Menurut penuturan Iza, 16, anggota KIR SMAN 1 Jogja, biasanya siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sering menggunakan ruangan itu untuk mengerjakan tugas setelah jam pulang sekolah. Namun, malam sebelum kejadian tidak ada anggota KIR yang menggunakan ruang kelas.

Menurut dia, semua barang yang berada di dalam ruang hangus terbakar. "Dokumen, piala, majalah di dalam ruangan," ungkap dia.

Saat ditemui Harianjogja.com pada Jumat siang, siswa yang menjadi anggota dari KIR tersebut sedang berada di depan ruangan yang sudah terbakar. "kami ikhlaskan semua dokumen yang telah terbakar," ujar Iza. Kepala SMA N 1 Jogja, kata iza, akan membangun ulang gedung yang telah terbakar.

Dalam peristiwa ini, tidak ada korban jiwa, hanya saja pihak sekolah rugi secara materi bangunan dan isinya yang diperkirakan mencapai Rp40 juta. Setelah api padam, pembelajaran kembali kondusif.