Modus Baru Penipuan, Pak Lurah Minta Pulsa Ramai di Bantul

Ilustrasi perpesanan WhatsApp - Sputniknews
31 Oktober 2019 00:17 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16). Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Dua nama lurah di Bantul dicatut untuk menipu dengan modus baru. Dua kepala desa yang namanya dicatut yakni Lurah Guwosari Masduki Rahmad dan Lurah Sendangsari Muhammad Irwan Susanto.

Dalam modusnya penipu menggunakan akun Whatsapp palsu yang menggunakan foto profil Lurah tersebut. “Penipu ini menggunakan foto saya untuk dipasang di akun Whatsappnya lalu meminta korban untuk mentransfer pulsa sebesar Rp100.000 dan yang kedua Rp200.000. Untungnya yang permintaan kedua, korban merasa curiga, ini sudah ketiga kalinya semenjak saya dilantik menjadi lurah,” kata Masduki Rahmad kepada Harianjogja.com pada Rabu (30/10/2019).

Menurutnya tiga kejadian itu berlangsung pada akhir tahun 2018 lalu dan pertengahan bulan Juni 2019 lalu bulan ini pada Selasa (29/10). Kata Masduki ia sendiri tidak memiliki foto yang digunakan oleh pelaku.

“Yang dichat [dihubungi] melalui whatsapp ada puluhan orang termasuk tetangga saya sendiri dan tetangga saya itu kebetulan bisnis pulsa, dan orang baru. Jadi sama dia ya transfer Rp100.000 lalu minta lagi Rp200.000,” jelasnya.

“Lalu yang anehnya lagi di kejadian kemarin itu waktu saya coba menghubungi nomer pelaku ternyata nomor saya sudah diblokir, nomor teman dekat saya yang saya suruh telepon pelaku ternyata diblokir juga, ini sangat meresahkan dan mungkin juga ini masih pelaku yang sama, seolah-olah dia sudah sangat tau tentang saya,” jelasnya.

Selain modus transfer pulsa pelaku juga menggunakan modus dengan menanyakan nomor rekening m-banking dan meminta transferan sejumlah uang.

Lurah Sendangsari Muhammad Irwan Susanto juga mengalami kejadian yang sama dan juga hari yang sama. Kata Irwan pelaku juga menggunakan modus yang sama. “Modusnya sama juga minta pulsa kepada warga di daerah saya menggunakan akun Whatsapp palsu, tapi alhamdulillah semua yang dihubungi pelaku tidak ada yanhg berhasil ditipu atau transfer,” katanya.