Mantan Sekda DIY Gatot Saptadi Mundur dari Pendaftaran Bakal Cabup Sleman

Gatot Saptadi - Harian Jogja/Desi Suryanto
01 November 2019 21:37 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Mantan Sekda DIY Gatot Saptadi batal nyabup di Sleman.

Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebutkan mantan Sekda Provinsi DIY Gatot Saptadi menarik diri atau mundur dari pendaftaran bakal calon bupati pada Pilkada Sleman 2020 melalui partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

"Benar Gatot Saptadi mundur dari pendaftaran bakal cabup Sleman. Dua minggu lalu yang bersangkutan menghubungi saya," kata Ketua DPC PDIP Kabupaten Sleman Koeswanto di Sleman, Jumat (1/11/2019).

PDIP Sleman sebelumnya telah mengusulkan tujuh nama ke DPP PDIP. Dua nama untuk bakal calon bupati dan lima nama untuk bakal calon wakil bupati.

Dua bakal calon bupati dari eksternal partai yang berasal dari kalangan birokrat. Salah satunya berasal dari lingkungan Pemkab Sleman, sedangkan calon yang lain dulunya merupakan mantan pejabat di Pemprov DIY.

Koeswanto tidak membeberkan alasan mundurnya Gatot Saptadi dari bursa bakal calon bupati.

"Mundurnya Gatot tidak jadi masalah. Hanya waktu itu bilang, mohon maaf saya mundur," katanya.

Kondisi saat ini menjadi angin segar bagi salah satu bakal calon bupati yang juga maju lewat PDIP, karena menjadi satu-satunya yang diajukan ke DPP PDIP.

"Namun kami belum bisa memastikan apakah calon tersebut mendapat rekomendasi dari DPP atau tidak. SK belum turun dari DPP, saya tidak mau mendahului," katanya.

Saat ditanya identitas bakal calon bupati yang tersisa, Koeswanto masih belum bersedia menyebutkan namanya.

Koeswanto juga belum bisa memastikan pengumuman resmi mengenai bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan diusung oleh PDIP Sleman.

"Pengumuman tergantung DPP tapi kemungkinan belum dalam waktu dekat ini," katanya.

Sedangkan Gatot Saptadi saat dikonfirmasi terkait pengunduran dirinya dari PDIP memilih untuk tidak banyak berkomentar.

"Ini merupakan bagian dari penjaringan tiap-tiap partai. Lebih baik konfirmasi ke partai saja. Yang mengikuti dinamikanya kan partai. Saya kan bukan orang partai. Kalau seperti itu menurut saya ada proses penjaringan, tanya aja ke partai," katanya.

Sumber : Antara