Sri Sultan: PNS Harus Berubah dari Pekerja Kantoran ke Insan Peradaban

Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat membuka Simposium Internasional terkait Budaya Jawa dan Naskah Keraton di Royal Ambarukmo Hotel, Selasa (5/3/2019). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
04 November 2019 17:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJAGubernur DIY Sri Sultan HB X mengingatkan kepada seluruh aparatur sipil Negara (ASN) atau PNS di DIY untuk berubah dari pekerja kantoran menjadi insan peradaban yang mengedepankan misi melayani masyarakat.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Pembukaan dan Penilaian Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) yang dihadiri Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN & RB) Tjahjo Kumolo, di Kompleks Kepatihan, Senin (4/11/2019).

Gubernur mengatakan saat ini fungsi ASN diperluas selain menjadi pelaksana kebijakan publik dan perekat bangsa juga sebagai pelayan publik. Ia mengingatkan konsep pelayanan itu sudah ada sejak republik ini berdiri, tertuang dalam Maklumat No.10/1946 tentang perubahan pangreh pradja menjadi pamong praja, makna dari maklumat ini tak sekedar merubah istilah namun juga tata pemerintahan, dari konsep dilayani menjadi melayani.

“ASN harus berubah dari sekadar pekerja kantoran menjadi insan peradaban, yang dalam integritas dirinya melekat misi melayani sepenuh hati, berwawasan masa depan, berintegritas, melek IT, berwatak antikorupsi serta menjauhi penyalahgunaan wewenang,” terangnya.

Ia menambahkan, Pemda DIY menggunakan assessment centre sebagai perangkat perekrutan dan penempatan ASN pada suatu jabatan tertentu dengan mempertimbangkan bakat agar bisa menduduki jenjang karier yang tepat. Sultan mengutarakan, ia memberikan catatan khusus kepada ASN yang mengikuti seleksi suatu jabatan, tentang kekurangan dan kelemahan dan catatan tersebut diberikan langsung kepada yang bersangkutan.

“Jadi bapak menteri, bagi yang masuk calon kami lakukan assessment center kemudian hasilnya itu akan terlihat di mana letak seseorang yang akan menjabat itu. Kelemahan seseorang hanya direkomendasikan dari assessment center kepada Gubernur. Di mana Gubenur akan menuliskan di dalam amplop tertutup, karena ini rahasia para individu kami berikan langsung kepada mereka, bahwa mereka perlu introspeksi karena ada kelemahan dirinya seperti apa, sehingga terjadi dialog dengan kami, mereka tahu apa yang sebenarnya kekurangan mereka,” katanya.