Pemkab Gunungkidul Bangun 90 Kios Rp783 Juta untuk Perluasan Taman Kuliner Wonosari
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Ilustrasi eks Gedung Disbudpar Gunungkidul/JIBI-Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul serius membangun kantor pemerintahan terpadu di Desa Siraman, Kecamatan Wonosari. Keseriusan itu terlihat dari rencana pembangunan gedung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul tahap satu di tahun ini. Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul juga menyelesaikan detail engineering design (DED) untuk kantor organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.
Kepala Bidang Cipta Karya DPUPRKP Gunungkidul, Agus Subaryanto, mengatakan wacana pembangunan kantor pemerintahan terpadu terus dimatangkan dan saat ini masterlan sudah disusun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Bahkan, untuk tahun ini sudah dimulai pembangunan untuk gedung BPBD. “Masih dalam proses dan rencananya pembangunan dilanjutkan tahun depan,” kata Agus, Selasa (5/11/2019).
Menurut dia, meski sudah ada masterplan kompleks perkantoran, konsep dari program ini harus diperjelas. Salah satunya dengan menyusun DED untuk kantor-kantor pemerintah yang akan dibangun.
Agus menuturkan untuk tahun ini ada dua DED yang disusun, yakni perencanaan kantor untuk DPUPRKP dan Dinas Pertanian dan Pangan. Menurut dia, penyusunan ini sudah sesuai dengan perencanaan yang dibuat oleh Bappeda. “Jadi nanti kami juga ikut pindah ke kompleks kantor terpadu di Siraman,” katanya.
Disinggung mengenai kepastian pembangunan kompleks secara penuh, Agus belum bisa mengungkapkan. Hal ini dikarenakan pembangunan sangat bergantung dengan kemampuan keuangan daerah.
Sebagai gambaran, tahun ini baru dibangun gedung untuk BPBD. Direncanakan tahun depan dilanjutkan pembangunan gedung BPBD tahap dua dan kantor Dinas Pertanian dan Pangan. “Yang jelas dilakukan secara bertahap karena anggaran yang dimiliki terbatas. Untuk saat ini dimatangkan dulu konsepnya melalui DED, setelah itu dilanjutkan pembangunan fisik,” ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Agus Kamtono, belum tahu apakah kantornya ikut dipindah ke kompleks perkantoran terpadu. Meski demikian, ia menegaskan Dinas Kebudayaan harus pindah dari kompleks Bangsal Sewokoprojo yang akan diusulkan menjadi bangunan cagar budaya sehingga tidak boleh ada aktivitas pemerintahan di dalamnya. “Kami tidak sendiri karena BPBD dan Satpol PP juga pindah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Tegel Kunci di Sleman mempertahankan produksi ubin handmade sejak 1927. Kini hampir 100 tahun, produknya punya 800 desain dan 49 warna.
Pemerintah menyiapkan rekening gratis dengan saldo awal Rp50.000. Simak syarat, cara mendapatkan, bank penyedia dan jadwalnya.
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
Ekspor DIY Januari-Juli 2026 tumbuh 8,74% menjadi US$352,58 juta. Pemda DIY mendorong perluasan pasar ke Australia dan China.