Wujudkan Toleransi, Ponpes Sunan Kalijaga Ucapkan Selamat Melaksanakan Sidang Raya Nasional PGI XVII

Ilustrasi toleransi antar umat beragama. - JIBI
08 November 2019 10:57 WIB Bernadheta Dian Saraswati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Keluarga besar Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Gesikan menyampaikan selamat dan sukses atas agenda Sidang Raya Nasional Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia ke-17, di Waigapu, Sumba NTT, pada 8-13 November 2019 mendatang.

Keamanan, kelancaran dan kesuksesan acara tersebut menjadi momentum dan hajat yang penting, tidak saja bagi umat Kristen tetapi juga seluruh warga dan bangsa setanah air. Sebagai bagian kecil entitas muslim nusantara, kami berdoa semoga Sidang Raya Nasional PGI XVII menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa kedamaian, kesejahteraan dan berkat bagi seluruh umat Kristen dan bangsa-negara Indonesia.

"Kami percaya, sidang raya berpotensi untuk memperkuat agenda-agenda kerja bagi kemaslahatan kehidupan berbangsa dan bernegara pada lima tahun mendatang. Ada problem kemiskinan, korupsi, ketimpangan, intoleransi dan kekerasan yang menjadi amanat negara tetapi membutuhkan peran serta swasta dan warga masyarakat," kata Beny Susanto selaku Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Jumat (8/11/2019). 

Ada sub tema sidang “Bersama Seluruh Warga Bangsa, Gereja Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Demokratis, Adil, Sejahtera, Bagi Semua Ciptaan yang Berlandaskan Pancasila dan UUD 1945”. Dalam kerangka persaudaraan atas kebangsaan (ukhuwah wathoniyah) dan kemanusiaan (ukhuwwah basyariyah, insaaniyyah), penghormatan, doa dan dukungan bagi Sidang Raya PGI XVII menjadi urgen. Sementara tema besarnya “Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir”.

Pasca Pemilu 2019, pelantikan presiden-wakil presiden terpilih dan Kabinet Indonesia Maju, seluruh komponen bangsa-negara berhajat atas persaudaraan, persatuan dan kerja sama untuk membangun sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing. Apalagi persaudaraan, persatuan menjadi modal sosial bagi kunci pembangunan dan turunnya berkah Tuhan Yang Maha Esa.

"Sulit dibayangkan jika intoleransi, fitnah, hoaks, provokasi dan ujaran kebencian bisa menjadi energi positif dalam pembangunan bangsa-negara yang majemuk. Hal tersebut tidak lain justru menjadi faktor penghambat yang harus dijauhi dan disingkirkan bersama-sama," lanjut Benny.

Ketulusan dalam kebersamaan hidup dan persaudaraan, tidak saja akan bermanfaat, maslahah tetapi juga menyuburkan iman dan spiritualitas. Allah SWT sendiri mengajarkan untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa, dan sebaliknya melarang untuk saling membantu dalam perbuatan dosa dan permusuhan (…wa ta’aawanu ‘alal birri wattaqwaa walaa ta’aawanu ‘alal istmi wal ‘udwaan..: al-Quran, surat al-Hujurat 10).

Oleh karena itu rencana pelaksanaan Sidang Raya Nasional PGI di Waigabu Sumba, memilih tempat yang indah dan nyaman sehingga diharapkan berlangsung dengan aman, lancar dan khitmat.

"Kepada para panitia, peserta sidang, petugas keamanan dan tuan rumah (warga dan Pemerintah NTT), kami percayakan hajat nasional Sidang Raya PGI. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan rahmat dan berkahNya untuk seluruh bangsa dan Indonesia," kata Benny. (*)