Gerakan Sayang Lansia, Langkah Awal Jogja Menuju Kota Ramah Lansia

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Purwadi (Kiri) meresmikan program Gerakan Sayang Lansia (Gersala) di Pendopo Kecamatan Mantrijeron, Sabtu (9/11/2019) siang. - Harian Jogja/ Dyah Febriyani
09 November 2019 21:57 WIB Dyah Febriyani (M130) Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Forum Komunikasi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (FK TKSK) Kota Jogja meluncurkan Gerakan Sayang Lansia (Gersala) di Pendopo Kecamatan Mantrijeron, Sabtu (9/11/2019) siang. Gerakan ini menjadi salah satu bukti menuju terwujudnya kota ramah lansia.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan saat ini angka lansia di Jogja mencapai 14% dari total penduduk di Kota Jogja. "Di tahun 2030 diprediksi angka lansia akan lebih besar, bahkan akan mendekati angka usia produktif," ujarnya, di hadapan wartawan, Sabtu.

Maka dari itu, pemkot Jogja sedang menggencarkan program kota ramah lansia untuk memuliakan lansia agar menjadi mandiri dan produktif melalui program Gersala ini. Filosofi mikul dhuwur mendem jero diartikan sebagai upaya untuk memuliakan lansia agar merasa bahagia dikehidupan tuanya.

"Agar mereka [lansia] merasa kehidupan tuanya bahagia bukan malah menjadi siksaan," kata Heroe.

Kepala Dinas Sosial Kota Jogja Agus Sudrajat menjelaskan Gersala berpegang pada visi 5M yakni memuliakan, menyayangi, menjaga kesehatan, memberi kesempatan beraktifitas sosial, dan menjaga dari bentuk kekerasan dan ketidaknyamanan.

Gersala bakal melakukan gebrakan awal dengan kegiatan Jogja Sapa Lansia, yang akan melibatkan relawan untuk menyapa para lansia rumah ke rumah dari perwakilan 45 kelurahan di Jogja dengan menyayangi, mencintai dan mendengarkan keluh kesah.

Dari perwakilan tersebut, akan ditampung keluh kesah lansia yang nantinya akan dijadikan indikator dalam pembangunan infrastrukur di Kota Jogja agar ramah terhadap lansia, serta mengabungkan pelayanaan sosial dan kesehatan.

Sebelum gerakan yang diluncurkan berbarengan dengan peringatan 10 tahun TKSK ini, pihaknya juga telah melakukan pelatihan mendongeng kepada para lansia. Kegiatan mendongeng betujuan untuk untuk menularkan tata nilai kehidupan yang telah dialami lansia dulunya, ini juga memungkinkan untuk menjadikan lansia tetap produktif.

"Mereka akan merasa senang karena dibutuhkan oleh cucu mereka," kata Agus.

Selain itu, diungkapkan Agus TKSK akan terus melakukan tindakan konkret untuk mewujudkan visi 5M, dengan bekerjasama dengan perguruan tinggi seperti UKDW, UNISA, UGM, UAD yang nantinya mendorong mahasiswa untuk ikut berperan dalam mewujudkan lima visi tersebut.

Kegiatan peluncuran program Gersala ini juga ditandai dengan pemberian sembako kepada kaum difabel, lansia dan keluarga kurang mampu di Kota Jogja pada akhir acara.