3 Paket Perbaikan Jalan di Bantul Gaga Lelang

Lokasi tempat terperosoknya korban di sekitar Jembatan Gangin, Dusun Gangin, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Selasa (14/5/2019) sore. - Istimewa/Fandi
10 November 2019 15:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dari total puluhan paket yang masuk dalam program kegiatan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul tahun ini, ada tiga paket pekerjaan peningkatan jalan yang gagal lelang sehingga tak bisa dilaksanakan.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Bantul, Eko Budisantoso mengatakan ketiga paket proyek peningkatan jalan yang gagal dikerjakan tersebut, yakni peningkatan Jalan Miri-Kaliputih, Kecamatan Sewon; peningkatan Jalan Dlingo-Pokoh, Kecamatan Dlingo; dan peningkatan Jalan Kweden-Karangasem, Kecamatan Bantul. Dia mengatakan ketiga proyek itu memiliki nilai anggaran masing-masing Rp300 juta yang bersumber dari APBD Perubahan Bantul 2019. “Ketiga proyek itu sudah tidak memungkinkan lagi untuk dilelangkan karena waktunya sudah mepet. Waktunya sudah tidak memungkinkan,” kata Eko, Sabtu (8/11/2019).

Ditanya soal alasan gagal lelang, dia mengaku tak tahu pasti lantaran hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan dari Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJ). DPUPKP Bantul, kata dia, hanya berwenang mengajukan dokumen yang menjadi syarat dalam proses lelang. “Untuk selanjutnya diproses LPBJ,” ucap dia.

Adapun proyek lainnya, misalnya paket pemeliharaan berkala sejumlah ruas jalan senilai Rp44 miliar, dia mengklaim sudah hampir selesai, “Tinggal 10-an paket yang belum dari total 42 paket,” ujar Eko.

Dia optimistis dalam bulan ini semua pekerjaan pemeliharaan jalan sudah selesai. Demikian juga dengan proyek perbaikan enam jembatan, termasuk pembangunan Jembatan Mangir di Kecamatan Pajangan yang amblas saat Badai Cempaka 2017 lalu, kini juga hampir selesai.

Selain Jembatan Mangir, ada lima jembatan lain yang juga tengah digarap tahun ini. Kelima jembatan itu masing-masing adalah Jembatan Pokoh, Kecamatan Dlingo; Jembatan Widuri, Kecamatan Kasihan; Jembatan Jragan, Kecamatan Srandakan; Jembatan Jarakan, Kecamatan Sewon; dan Jembatan Ngentak, Kecamatan Sedayu.

“Dari enam paket jembatan senilai Rp10,3 miliar, dua di antaranya sudah selesai 100 persen dan empat lainnya sudah sampai 70 persen. Saya yakin sebelum masuk Desember, semua proyek perbaikan jalan maupun jembatan sudah selesai,” ucap Eko.

Kepala DPUPKP Bantul Bobot Arifiaidin mengatakan semua perbaikan jalan dan jembatan yang dikerjakan tahun ini tersebut hanya paket yang didanai APBD Bantul, belum termasuk proyek jalan dan jembatan yang dibiayai instansi lain, seperti pembangunan Jembatan Gangin di Jalan Raya Bibis, Tamantirto, Kecamatan Kasihan yang dibangun melalui anggaran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Jembatan Gangin juga jadi korban saat Badai Cempaka 2017 lalu. Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Kasihan dan Pajangan serta Sedayu tersebut sangat vital bagi warga. “Warga sudah dua kali membangun jembatan alternatif namun sempat jebol karena tidak kuat menahan bebas kendaraan besar. Akhirnya tahun ini selesai dibangun dengan anggaran BNPB sebesar Rp2,5 miliar.,” ucap Bobot.