Angkasa Pura Ingin Penerbangan di Adisutjipto Diboyong Serentak ke YIA pada Akhir Januari 2020

Pesawat di Yogyakarta International Airport, Kulonprogo. - Harian Jogja/Desi Suryanto
11 November 2019 20:37 WIB Kusnul Isti Qomah Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Konstruksi Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) telah mencai 86%. Penerbangan domestik ditargetkan dipindah dari Bandara Adisutjipto ke YIA pada akhir Januari 2020.

 “Target fisik pembangunan semuanya akan diselesaikan Desember 2019. Kalau fisik sudah jadi, tinggal persiapan pemindahan airline. Targernya akhir Januari sudah mulai proses pemindahan," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi kepada wartawan di Sahid Raya Hotel and Convention Yogyakarta, Sleman, Senin (11/11/2019).

Faik menyebutkan proses pemindahan berhubungan dengan banyak pemangku kepentingan. AP I berharap pemindahan bisa dilakukan secara serentak. Namun, hal itu juga tergantung dari kesiapan masing-masing maskapai penerbangan.

Sementara, pemindahan penerbangan internasional masih perlu proses verifikasi. Pasalnya penerbangan internasional sangat berhubungan dengan Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA). “Penerbangan internasional kami harapkan bisa operasional April atau Mei 2020. Ini ada beberapa airline yang melakukan review termasuk yang dari Timur Tengah sedang persiapan,” kata dia.

Setelah YIA beroperasi penuh, pesawat berbadan lebar bisa mendarat. Kedatangan turis asing dalam jumlah banyak diyakini akan membawa manfaat bagi DIY. YIA memiliki kapasitas besar sehingga bisa menampung pesawat tanpa batasan berat, ukuran dan lain-lain. Hal ini dinilai sangat mendukung untuk seluruh aktivitas di DIY.

Ia mengakui masalah yang tersisa yakni aksesibilitas. AP I akan berdiskusi dengan pihak terkait dan akan memprioritaskan penumpang yang menuju atau dari Kulonprogo menggunakan kereta api dengan frekuensi yang lebih sering, dengan kepastian waktu tempuh dan waktu tunggu.

“Sehingga penumpang dengan mudah menyesuaikan jadwal dari dan ke bandara,” kata dia.

Faik menyebutkan antusiasme penumpang terhadap YIA semakin hari semakin meningkat meskipun bandara belum beroperasi secara penuh. Setiap hari rata-rata ada 2.300 penumpang di YIA.

“Saat ini penerbangan reguler domestik di YIA 32 penerbangan. Ini bukan pemindahan penerbangan Adisutjipto, tetapi benar-benar rute baru. Di Adisutjipto untuk penerbangan yang sudah ada ada sebanyak 167 penerbangan,” jelas dia.

Sementara, Manajer Humas PT KAI Daop 6 Eko Budiyanto mengungkapkan per 1 Desember 2019 perjalanan KA Bandara Internasional Yogyakarta sebanyak 24 perjalanan. Jumlah tersebut terdiri dari 10 KA Bandara Relasi Jogja–Wojo, 10 KA Bandara relasi Wojo-Jogja, dua KA Bandara relasi Jogja–Kebumen, dan dua KA Bandara relasi Kebumen-Jogja.