Kemenhan Beri Santunan Rp50 Juta untuk Korban Latsarmil SPPI
Kemenhan beri santunan Rp50 juta bagi peserta SPPI yang meninggal, sekaligus evaluasi total sistem latihan militer.
Ilustrasi perselingkuhan./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL– Pemda Bantul bakal mendalami kasus dugaan perselingkuhan yang dilakukan salah satu dukuh di wilayah tersebut. Sang dukuh mengakui perbuatannya dan mengaku menyesal.
Adapun Terkait masalah Dukuh Gaten, Desa Tirtomulyo, Kretek Bantul, yang melakukan perselingkuhan dengan warganya, Pemkab Bantul melalui Kepala Bagian Administrasi, Setda Bantul, Kurniantoro menyampaikan dukuh dan perangkatnya harus profesional dan bijak dalam bersikap.
Kata Kurniantoro aturan tentang kedisiplinan itu sudah diatur di dalam Peraturan Bupati No.60/2018. “Di pasal tiga sudah diterangkan Pamong Desa wajib menjunjung tinggi harkat serta martabat dan harus menjadi panutan bagi masyarakat desa,” katanya ketika ditemui Harianjogja.com, pada Selasa (12/11/2019) lalu.
“Apalagi Dukuh. Seorang Dukuh harus dituntut menjadi panutan dan menjadi contoh perilaku yang baik bagi masyarakat, jadi yang paling utama adalah menjaga moralitas dan bijak dalam bersikap,” tegas dia.
Terkait dengan masalah ini Toro menyampaikan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan tegas dan akan mendalami masalah tersebut sebelum menuruti permintaan warga yang menginginkan Dukuh Supriyadi mundur dari Jabatannya.
Sebelumnya diketahui Salah satu tokoh masyarakat sekitar, Sukirmanto mengatakan para warga sangat kecewa dengan tingkah laku pemimpinnya yang mencoreng nama baik padukuhan. “Pemimpin harusnya jadi panutan, jadi contoh kepada warganya. Kami ingin Dukuh Gaten mundur, dan kalau bisa dipecat saja. Karena sudah melanggar asusila," kata Sukirmanto.
Supriyadi sendiri telah menjalin cinta dengan salah seorang warga berinisial S yang merupakan seorang janda, hubungan ini hingga menyebabkan S hamil di luar nikah bersama Supriyadi. Oleh sebab itu warga yang menuntut Supriyadi turun dari jabatannya.
“Padahal dukuh kita ini punya anak tiga lengkap sama istrinya lalu si perempuannya ini punya dua anak tapi mereka. Padahal dia menjabat sudah sangat lama, dari 2008 lalu, tapi masih kami tahan-tahan dan masalah yang terakhir ini tidak bisa kami biarkan,” tegas Sukirmanto.
Sementara itu Supriyadi ketika dikonfirmasi mengatakan dirinya mengakui segala kesalahannya dan meminta maaf kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan atas perbuatannya tersebut. Dirinya mengaku hanya manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan.
“Iya saya memang melakukan hal tersebut dan saya minta maaf sebesar-besarnya kepada semua pihak yang merasa dirugikan, saya juga manusia, pemimpin juga manusia yang bisa membuat kesalahan, toh saya juga akan bertanggung jawab kepada wanita yang saya hamili ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenhan beri santunan Rp50 juta bagi peserta SPPI yang meninggal, sekaligus evaluasi total sistem latihan militer.
Cek jadwal lengkap KRL Jogja–Solo Senin 6 Juli 2026. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan fleksibel dari Jogja ke Solo.
Portugal vs Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026. Oyarzabal percaya diri, cek prediksi skor dan susunan pemain.
Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong bertemu di Leaders’ Retreat 2026 Jakarta, bahas kerja sama strategis dan proyek bilateral.
Jokowi mulai safari politik ke sejumlah daerah usai Lampung. PSI jadi titik awal, partai lain ikut memberi respons.
Menpar dorong integrasi Pokdarwis dan koperasi untuk perkuat desa wisata, tingkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.