Pencari Surat Sehat Rohani Harus Sabar, Datang Hari Sabtu, Baru Dilayani Rabu Depan

Pemohon surat keterangan sehat jasmani dan rohani di Rumah Sakit Umum Daerah Wates memenuhi lobi pendaftaran pada Sabtu (16/11/2019). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
18 November 2019 09:17 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Pemohon surat keterangan sehat jasmani dan rohani di Rumah Sakit Umum Daerah Wates masih memenuhi lobi pendaftaran pada Sabtu (16/11/2019). Beberapa pemohon yang hadir hari itu, tidak bisa mendapatkan pelayanan pada hari yang sama.

Salah satunya Triana Cahya Ningrum, 24. Warga Kecamatan Panjatan ini jauh-jauh datang ke RSUD Wates pagi itu untuk mengurus surat keterangan kesehatan rohani untuk keperluan mendaftar CPNS.

"Kalau surat sehat jasmani saya bisa dapat dari puskesmas, tapi kalau surat rohani harus ke rumah sakit," kata Ana, sapaannya, seusai melakukan pendaftaran.

Meski sudah mendaftar, Ana tak serta-merta bisa mendapatkan nomor antrean ke poliklinik kejiwaan pada hari itu, sebab kuota pemohon sudah dibatasi. Oleh petugas di loket pendaftaran, Ana diberi tahu bahwa dirinya kemungkinan baru bisa dilayani pada hari Rabu.

"Hari ini saya tetep masukin berkas pendaftaran, tapi kemungkinan baru bisa dapat suratnya [surat rohani] besok Rabu. Ya, rencana besok Rabu kesini, walau agak malas karena jauh," ujarnya. Ia menyayangkan di puskesmas belum bisa mengurus surat keterangan sehat rohani karena ketiadaan dokter jiwa.

Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Keperawatan RSUD Wates, Warsito meminta para pencari surat sehat untuk dapat bersikap sabar dan memaklumi pembatasan pendaftar ini. "Kalau pasien sabar, kami layani. Harusnya pasien maklum karena banyak yang mencari [surat sehat]," kata dia pada Harianjogja.com di sela-sela tugasnya, Sabtu lalu.

Secara aturan, pendaftar CPNS 2019 diharuskan melampirkan surat keterangan sehat jasmani dan rohani yang didapatkan dari puskesmas maupun rumah sakit pemerintah. Perlu diketahui, pemohon hanya bisa mengurus surat sehat rohani di rumah sakit karena fasilitas kesehatan puskesmas tidak menyediakan poli kejiwaan yang dapat mengeluarkan surat tersebut. Sementara itu, di Kulonprogo, ada dua RS pemerintah, yaitu RSUD Wates dan RSUD Nyi Ageng Serang.

Terkait pemohon yang mendaftar pada hari Sabtu, pihaknya membenarkan jika mereka akan dialihkan pelayanannya pada hari Selasa atau Rabu depan. "Kemarin Jumat ada sekitar 250 pemohon, tapi karena hari pendek, kita hanya bisa layani 100 orang saja. 150-nya dialihkan ke Sabtu. Sementara hari ini [Sabtu] pemohon juga ada ratusan, sehingga kami batasi 250 pemohon dan dialihkan ke besok Senin," jelasnya.

Ia berkomitmen akan terus melayani pencari surat sehat jasmani dan rohani, terlebih minggu lalu jawatannya sempat disidak (inspeksi mendadak) dari Komisi IV DPRD Kulonprogo terkait pelayanan pemohon surat sehat ini. Warsito tetap meminta seluruh pihak untuk bersabar karena peminat surat keterangan sehat untuk pendaftaran melampaui biasanya.

Warsito menjelaskan, jawatannya sudah menyediakan dua dokter spesialis kejiwaan untuk melayani pasien pencari surat sehat. "Ada dokter ahli jiwa dan dokter residen yang mengambil spesialis kejiwaan, jadi ada dua dokter di poli jiwa. Sementara perawatnya juga kita perbantukan dari poli lain," kata dia.