Rencana Sultan dalam Mewujudkan Malioboro Sepenuhnya Bebas Kendaraan Bermotor

Becak kayuh melintas saat Uji Coba Semi Pedestrian Jalan Malioboro di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (18/6/2019). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
20 November 2019 21:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Uji coba Malioboro bebas kendaraan telah dilakukan beberapa kali. Pemda DIY terus berupaya mencari formulasi yang tepat agar Malioboro sepenuhnya menjadi jalur pedestrian.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X menilai manajemen lalu lintas dalam mengatasi kemacetan jalan penopang Malioboro sangat penting. Saat ini Pemda DIY bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja masih menyurvei program Malioboro menuju jalur pedestrian. Hasil uji coba tersebut akan memberi banyak pilihan penerapan arus lalu lintas.

“Dishub [DIY] bersama [Pemerintah] Kota Jogja biarkan survei dulu, nanti pilihan-pilihannya seperti apa. Karena sirip [jalan Malioboro] dan sebagainya harus diperbaiki,” katanya di Kepatihan, Rabu (20/11/2019).

Sultan memahami penutupan Malioboro dari kendaraan bermotor akan menimbulkan kemacetan di sejumlah jalan penopang. Solusinya adalah sistem manajemen lalu lintas yang baik.

“Karena enggak mungkin kita memperluas [jalan di] Kota, jadi pilihan-pilihan itu seperti sistem manajemen traffic [lalu lintas] jadi sesuatu yang penting. Melebarkan [jalan] enggak bisa, beban sosialnya tinggi,” katanya.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji masih menunggu hasil evaluasi dari Dinas Perhubungan DIY tentang uji coba Malioboro bebas kendaraan bermotor. Menurutnya Dishub DIY akan membuat analisis yang lebih lengkap dan berkoordinasi dengan Pemkot Jogja serta berbagai komunitas di kawasan Malioboro.

“Kalau kita tanya pejalan kaki mungkin dia senang, tetapi bagi PKL mungkin berbeda karena kesulitan akses misalnya,” ucapnya.

Sekda mengatakan uji coba Malioboro bebas kendaraan bermotor kemungkinan akan dilakukan akhir pekan untuk menguji dampak kemacetan.

“Semua akan kami coba, termasuk weekend karena saat weekend jalan kan sudah padat,” ujarnya.